DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR

Nur Cahaya Nasution

Abstract


Adolescence is known as a period of self-identification. Along with its development, the desire toassociate and get to know other people began to appear more intensively. In this phase of the search for self-identity, many teenagers experience a self-identity crisis due to failure to recognizetheir identity. For the sake of searching for self-identity, teenagers are very sensitive torelationships especially with peers. Peers are people who have the same age level, the same behavior or behavior and tend to have the same habits. Of course, the very urgent thing expected from peers is that they can help each other and influence each other and exert themselves to have a strong motivation in learning. One of the factors that can increase learning motivation is peer-group interaction, Islam considers that a barometer of peers is a human awareness to choose and have good friends who can strengthen their piety towards their religion, bring benefits and benefits and guide them towards the positive that is loving and berijtihad in studying. In this discussion, the peers in question are students who are educated at the junior secondary level.

[Masa remaja dikenal dengan masa pencarian identitas diri. Seiring dengan perkembangannya, maka mulai muncul keinginan untuk bergaul dan mengenal orang lain lebih intensif. Banyak pula pada fase pencarian identitas diri ini, para remaja mengalami krisis identitas diri dikarenakan kegagalan mengenali jati dirinya.Demi pencarian identitas diri, maka remaja sangat sensitif terhadap pergaulan apalagi dengan teman sebaya. Teman sebaya adalah manusia yang memiliki tingkat usia yang sama, perbuatan atau tingkah laku yang sama dan cenderung memiliki kebiasaan yang sama. Tentunya hal yang sangat urgen diharapkan dari teman sebaya adalah mereka dapat saling membantu dan saling mempengaruhi serta mendahsyatkan diri masing-masing untuk memiliki motivasi yang kuat dalam belajar. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan motivasi belajar adalah pergaulan teman sebaya (peer-group), Islam memandang bahwa barometer terhadap teman sebaya merupakan suatu kesadaran manusia untuk memilih dan memiliki teman yang baik yang dapat memperkuat keistiqamahannya terhadap agamanya, membawa maslahat dan manfaat serta menuntun ia kearah yang positif yaitu mencintai dan berijtihad dalam menuntut ilmu. Dalam pembahasan ini, teman sebaya yang dimaksud adalah para siswa yang mengenyam pendidikan di tingkat SLTP].


Keywords: Peer Group, Learning Motivation.

ARTICLE HISTORY

Abstract View
Abstract view : 65 times
Article Downloads
PDF Downloads : 3 times

Full Text:

PDF

References


Ahmadi, Abu & Supriyono,Widodo.(1991). Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Alfian, I. N. & Suminar (2003).Perbedaan tingkat kebermakanaan hidup remaja akhir pada berbagai status identitas ego dengan jenis kelamin sebagai kovariabel. Dalam Jurnal Perkembangan : Insan media, 5, 2,87-109.

Baihaqie, A.N. (2011). Peranan peer group terhadap aktivitas belajar siswa kelas 5 dalam pelajaran PKN di SDN 5 Praya.Artikel Pendidikan, hlm.37-43.

Cairns, R.B, & Neckerman. (1988). Social network and aggressive behavior : peer support or peer rejection?. DevelopmentalPsychology Journal, 24, 6, 815-823.

Hartinah, S. (2009).Konsep dasar bimbingan kelompok. Bandung: PT Refika Aditama.

Lailatur Rohmah. 2012. Pengaruh Dukungan Teman Sebaya dan MinaT Belajar Terhadap Prestasi Belajar Ilmu Nahwu Pada Santri Madrasah Salafiyah III Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek “Q” Krapyak Yogyakarta. Yogyakarta:Skripsi Prodi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, UINSunan Kalijaga.

Ryan, A. M. yang berjudul. 2001. The peer group as a context for the development of young adolescent motivation and achievement. Child Development. Volume 72, Number 4, Pages 1135-1150.

Slameto.(2003). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Bumi Aksara.

Syah, M. (2004).Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.

Santosa, S. (2009).Dinamika kelompok. Jakarta: Bumi Aksara.

Slameto.(2010). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya.Jakarta: Rineka Cipta.

Sarlito W. Sarwono. 2006. Psikologi Remaja. Jakarta: PT RajaGrafi ndo Persada.

Santrock, John W,. 2007. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Kencana

Santrock, John W,. 2007. Adolescence (perkembangan remaja) terj. Jakarta: Erlangga

Winkel, W.S. (1983). Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: PT. Gramedia.




DOI: https://doi.org/10.24260/al-hikmah.v12i2.1135
Abstract view : 65 times
Article Download
PDF Downloads : 3 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Al-Hikmah

License URL: http://jurnaliainpontianak.or.id/index.php/alhikmah

Creative Commons License
Al-Hikmah by http://jurnaliainpontianak.or.id/index.php/alhikmah is licensed under a
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.