ANALISIS FAKTOR PENYEBAB DAN DAMPAK KELUARGA BROKEN HOME

Imron Muttaqin, Bagus Sulistyo

Abstract


Keluarga yang seharusnya mempunyai fungsi edukasi, sosialisasi, proteksi dan afeksi pada anak dapat tercerai-berai apabila terjadi broken home. Hubungan antara orang tua dan anak memang tidak bisa dilepaskan sampai kapan pun. Artikel ini membahas tentang faktor penyebab broken home dan dampaknya bagi anak yang disimpulkan melalui analisis terhadap karya ilmiah akademisi dan praktisi melalui jurnal dan buku-buku terkait broken home. Berdasarkan analisis dan pembahasan dapat disimpukan bahwa faktor penyebab broken home adalah tersumbatnya komunikasi keluarga, egoisme, perekonomian, tingkat pemahaman/Pendidikan, kesibukan dan gangguan pihak ketiga. Dampak broken home adalah perilaku agresif anak, kenakalan, prestasi sekolah menurun, perilaku menyimpang, dan gangguan kejiwaan berupa broken heart, broken integrity, broken value dan broken relation. Bagi keluarga yang menginginkan keluarga yang bahagia direkomendasikan agar menjaga dan mengatisipasi faktor-faktor penyebab broken home.

Keywords


Broken Home, factor penyebab broken home, dampak broken home.

Full Text:

PDF

References


Dini, F. O. (2014). Hubungan antara Kesepian dengan Perilaku Agresif pada Anak Didik di Lembaga Pemasyarakatan Anak Blitar. Psikologi Kepribadian Dan Sosial.

Gintulangi, W., Puluhulawa, J., & Ngiu, Z. (2018). DAMPAK KELUARGA BROKEN HOME PADA PRESTASI BELAJAR PKN SISWA DI SMA NEGERI I TILAMUTA KABUPATEN BOALEMO. Jurnal Pascasarjana.

Hafiza, S., & Mawarpury, M. (2018). Pemaknaan Kebahagiaan oleh Remaja Broken Home. Psympathic : Jurnal Ilmiah Psikologi. https://doi.org/10.15575/psy.v5i1.1956

KW, S., Rozano, D., & Utami, T. (2016). PENGARUH BROKEN HOME TERHADAP PERILAKU AGRESIF. Jurnal Penelitian Tindakan Bimbingan & Konseling.

MSi, S. (2010). POLA KOMUNIKASI ANTARA ORANGTUA DAN ANAK DALAM KELUARGA BROKEN HOME DI SURABAYA. Jurnal Ilmu Komunikasi.

Muarifah, A. (2005). Hubungan kecemasan dan agresivitas. Humanitas : Indonesian Psychological Journal. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Musyarafah, D. A., & Lukmawati, L. (2019). Perilaku Menyimpang pada Remaja Punk di Kawasan Pasar 16 Ilir Palembang. Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial Dan Sains. https://doi.org/10.19109/intelektualita.v7i2.2722

Pratiwi, V. U., & Handayani, S. (2013). Pengaruh Keluarga terhadap Kenakalan Anak. Pengaruh Keluarga Terhadap Kenakalan Anak.

Savitri, D. I., Degeng, I. N. S., & Akbar, S. (2016). Peran keluarga dan guru dalam broken home di usia sekolah dasar. Jurnal Pendidikan.

Seran, S. (2017). Hubungan antara Pendidikan, Pengangguran, dan Pertumbuhan Ekonomi dengan Kemiskinan. Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan. https://doi.org/10.24843/jekt.2017.v10.i01.p07

Susantyo, B. (2011). Memahami perilaku agresif: Sebuah tinjauan konseptual. Informasi.

Prasetyo, Mohamad. 2009. Membangun Komunikasi Keluarga. Jakarta: Alex Media

Ahmadi, Abu. 2009. Psikologi Sosial. Jakarta : Rineka Cipta

Kadarwati. 2011. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Jakarta Pustaka Pelajar

Wahyu, Ramdani. 2001. Pengantar Study Sosiologi keluarga. Yokyakarta: Global

Aryani, N. D. (2015). Hubungan orang tua-anak, penerimaan diri dan keputusasaan pada remaja dari keluarga broken home. Jurnal Sains dan Praktik Psikologi, 3(1).




DOI: https://doi.org/10.24260/raheema.v6i2.1492

Article Metrics

Abstract view : 84 times
PDF - 30 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Site Stats Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.