TAWARAN YUSUF QARADHAWI DALAM PENYATUAN AWAL BULAN QAMARIYAH

Abdul Mufid

Abstract


Referensi tertinggi bagi umat Islam dalam memahami hukum Islam adalah al-Qur’an dan hadis. Bagi umat Islam, hadis menduduki peringkat kedua setelah al-Qur’an. Dalam sejarah Islam, hadis merupakan salah satu sumber polemik dalam hukum Islam. Terdapat banyak kritikan yang tertuju pada hadis, mulai dari masalah kodifikasi, transmisi, dan fiqh al-hadis. Kritik tersebut muncul dengan asumsi dasar bahwa hadis berbeda dengan al-Qur’an. Meskipun demikian, di era modern, problematika hadis lebih cenderung pada masalah pemahaman. Di antara problema yang masih terjadi sampai sekarang adalah pemahaman terhadap hadis-hadis rukyat hilal yang terkait dengan penentuan awal bulan Kamariah.
Diskursus tentang perbedaan penentuan awal bulan Hijriah merupakan konsekwensi dari perbedaan sudut pandang pemahaman terhadap hadis-hadis rukyat hilal. Oleh sebab itu metode pemahaman hadis terhadap hadis rukyat hilal merupakan sesuatu yang urgen untuk ditelaah. Berpijak dari latar belakang tersebut, maka permasalahan yang hendak dicari jawabannya adalah bagaimana implikasi dari pemahaman Yusuf al-Qaradawi terhadap hadis-hadis rukyat hilal?
Penelitian ini sepenuhnya merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan sejarah (sejarah intelektual dan sejarah sosial). Data permasalahan dicari dan diteliti langsung dari sumber utamanya, yaitu buku-buku karya Yusuf al-Qaradawi, seperti di antaranya Kaifa Nata’a>malu ma’a as-Sunnah an-Nabawiyyah Ma’a>lim wa D}awa>bit}, Taisi>r al-Fiqh fi> D}aui al-Qur’a>n wa as-Sunnah (Fiqh as}-S}iya>m), as-Sunnah Mas}dara>n li al-Ma’rifah wa al-H}ad}a>rah, dan beberapa karya lainnya, serta kitab hadis sembilan (al-kutub at-tis’ah).
Untuk menganalisis datanya, penulis menggunakan metode deskriptif analitik, metode komparatif, dan intertekstualitas. Metode deskriptif analitik dalam penelitian ini berfungsi untuk mendeskripsikan data-data penelitian. Metode komparatif secara teknis digunakan untuk membandingkan pandangan-pandangan para ulama sebelum al-Qaradawi dengan pandangan Yusuf al-Qaradawi terkait pemahaman hadis. Perbandingan di sini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran pandangan ulama dengan pandangan Yusuf al-Qaradawi. Sementara itu metode intertekstualitas dimaksudkan untuk memperoleh gambaran yang utuh atas pandangan al-Qaradawi.
Untuk menjawab rumusan masalah di atas, penulis menggunakan teori astronomi terkait rukyat hilal. Teori ini digunakan untuk memverifikasi dan menganalisa teori pemahaman hadis yang ditawarkan Yusuf al-Qaradawi dalam memahami hadis-hadis tentang rukyat hilal.

Keywords


Al-Qaradawi, Hadis, Rukyat hilal

Full Text:

PDF

References


Abdul Majid, Hermeneutika Hadis-hadis Rukyatulhilal, Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga, 2017.

At-Tufi, Risa>lah fi> Ri’a>yah al-Mas}lah}ah}, ed. Ahmad Abdurrahim Sayikh, Kairo: Ad-Dar al-Masriyah al-Lubnaniyah, 1993.

Daniel W. Brown, Menyoal Relevansi Sunnah Dalam Islam Modern, Bandung: Mizan, 1996.

Fazlur Rahman, Islam, terj. Ahsin Mohammad, Bandung: Pustaka, 1984.

Hasyim Abbas, Kritik Matan Hadis Versi Muhaddisin dan Fuqaha’, Yogyakarta: Teras, 2004.

Hepi Andi Bastoni, Di Balik Fatwa Kontroversial Yusuf al-Qaradhawi, Bogor: Pustaka al-Bustan, 2013.

Ibnu al-Qayyim al-Jauziyyah, I’la>m al-Muwaqqi’ilami>na, Saudi Arabia: Dar Ibnu al-Jauziyyah, 1423 H.

Ibnu Khaldun, Muqaddimah Ibn Khaldu>n, Beirut: Dar Ibn Khaldun, t.t.

Ibnu Qayyim al-Jauziyah, I’la>m al-Muwaqqi’i>n ‘an Rabb al-‘A>lami>n, vol. 3, Beirut: Dar al-Fikr, 1977.

John L Esposito, Islam dan Politik, Jakarta: Bulan Bintang, 1990.

M. Rifa Jamaluddin Nasir, “Imkan al-Ru’yah Ma’sum Ali (Konsep Visibilitas Hilal Dalam Kitab Badi’ah al-Misal dan Aplikasinya dalam Penentuan Awal Bulan Hijriyah,” Semarang: Program Pascasarjana IAIN Walisongo, 2013.

M.M.Azami, Hadis Nabawi dan Sejarah Kodifikasinya, terj. Ali Mustafa Yaqub, cet. ke-6 (Jakarta: Pustaka Firdaus, 2014), 13-14. Lihat pula Muhammad ‘Ajjaj al-Khatib, Us}u>l al-H}adi>s| ‘Ulu>muhu> wa Mus}t}ala>h}u>, Beirut: Dar al-Fikr, 1989.

Mohammad Ilyas, Kalender Islam dalam Perspektif Astronomi, Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka, 1997.

Muhammad Abdul Aziz al-Halawi, Fata>wa> wa Aqd}iya>t Ami>r al-Mu’mini>n ‘Umar ibn al-Khat}t}a>b, terj. Zubeir Suryadi Abdullah, Surabaya: Risalah Gusti, 1999.

Muhammad Abid al-jabiri, Takwi>n al-‘Aql al-‘Arabi>, terj. Imam Khoiri, Formasi Nalar Arab; Kritik Tradisi dan Wacana Agama, Yogyakarta: IRCiSoD, 2014.

Muhammad Syuhudi Ismail, Metodologi Penelitian Hadis Nabi, Jakarta: Bulan Bintang, 1992.

Musahadi HAM, Evolusi Konsep Sunnah (Implikasinya pada Perkembangan Hukum Islam), Semarang: Aneka Ilmu, 2000.

Nizar Ali, Memahami Hadis Nabi (Metode dan Pendekatan), Yogyakarta: CESai YPI al-Rahmah, 2001.

Riswanto dan Nyoto Suseno, Dasar-dasar Astronomi dan Fisika Kebumian, ttp.: Lembaga Penelitian UM Metro Press, 2015.

Schaefer, BE, “Length of the Lunar Crescent”, vol. 32, Q.J.R. Astr. Soc, 1991, 265.

Suryadi, “Kontribusi Studi Hadis dalam Menjawab Persoalan-persoalan Kekinian,” Jurnal Studi Ilmu-ilmu al-Qur’an dan Hadis 12, no. 2 (Juli 2011).

Suryadi, Metode Kontemporer Memahami Hadis Nabi, Yogyakarta: Teras, 2008.

Susiknan Azhari, Penyatuan Kalender Islam (Satukan Semangat Membangun Kebersamaan Umat) dalam Penyatuan Kalender Hijriyah (Sebuah Upaya Pencarian Kriteria Hilal yang Obyektif Ilmiah, Semarang: Elsa, 2012.

Syamsul Anwar, “Sekali Lagi Mengapa Menggunakan Hisab”, dalam www.muhammadiyah.or.id, diakses pada 27 Agustus 2018.

Wahbah az-Zuhaili, Us}u>l al-Fiqh al-Isla>mi>, vol. 2, Beirut: Dar al-Fikr, 1986.

Wasman, “Hermeneutika Hadis Hukum”, Al-Mana>hij, edisi online (ejournal.iainpurwokerto.ac.id, 8, no. 2 (2014): 1.

Yusuf al-Qarad}}awi, Madkhal li Dira>sah asy-Syari>’ah al-Isla>miyyah (Kairo: Maktabah Wahbah, 2001), 48. Lihat pula M. T}a>hir al-Jawa>bi>, Juhu>d al-Muh}addis}i>n fi Naqdi Matn al-H}adi>s} an-Nabawiy asy-Syari>f , Tunisia: Mu’assasah ‘Abdul Karim, 1986.

--------------------, al-Fatwa> Baina al-Ind}ibat} wa at-Tasayyub, Kairo: Dar al-Fikr, 1997.

--------------------, al-Madkhal li Dira>sah as-Sunnah an-Nabawiyyah, Kairo: Maktabah Wahbah, 1994.

--------------------, Fata>wa> Mu’a>s}arah, Kairo: Maktabah Wahbah, t.t.

--------------------, Fata>wa> Mu’a>s}arah, vol. 1, Kairo: Dar al-Qalam, 2001.

--------------------, Fi> Fiqh al-Aulawiyya>t, cet. ke-1, Beirut: Al-Maktab al-Islami, 1999.

--------------------, Ijtihad Kontemporer, Kode Etik dan Berbagai Penyimpangan, Surabaya: Risalah Gusti, 1995.

--------------------, Min Hady al-Isla>m Fata>wa> Mu’a>s}arah, vol. ke-1, Kuwait: Dar al-Qalam, 2000.




DOI: https://doi.org/10.24260/al-maslahah.v15i1.1214

Article Metrics

Abstract view : 182 times
PDF - 121 times

Article Metrics

Abstract view : 182 times
PDF - 121 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Abdul Mufid

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

IAIN Pontianak Jalan Suprapto No. 19 Pontianak West Kalimantan Indonesia Poscode 78121

Copyright @ 2020 AL-MASLAHAH: JURNAL ILMU SYARIAH