MAHKAMAH SYAR’IYAH DAN WILAYATUL HISBAH SEBAGAI GARDA TERDEPAN DALAM PENEGAKAN QANUN JINAYAT DI ACEH

Ali Geno Berutu

Abstract


Efektivitas hukum merupakan proses yang bertujuan supaya hukum dapat berlaku efektif. Menserasikan antara apa yang ada di dalam kaidah-kaidah sejumlah peraturan-peraturan terhadap penciptaan, pemeliharaan dan mempertahankan kedamaian dalam pergaulan hidup. Keadaan tersebut dapat di tinjau atas dasar beberapa tolok ukur efektivitas. Menurut Soerjono Soekanto masalah pokok dalam penegakan hukum adalah terletak pada hukumnya sendiri (peraturan perundang-undangan yang berlaku), penegak hukumnya yakni pihak-pihak yang mengawal penerapan hukum, sarana atau fasilitas yang mendukung penerapan hukum, masyarakat di mana hukum tersebut diberlakukan dan budaya hukum dalam masyarakatnya. Kelima faktor tesebut saling memiliki kaitan yang erat dikarenakan esensi dari penegakan hukum. Kelima faktor tersebut merupakan tolak ukur daripada efektifitas penerapan hukum. Pada artikel ini penulis mencoba menguraikan fungsi lembaga penegak hukum syariat di Aceh yakni Mahkamah Syar’iyah dan Wilayatul Hisbah.

Abstract
Legal effectiveness is a process that aims so that the law can be effective. Synergize between what is in the rules of a number of rules for the creation, maintenance and maintenance of peace in social life. This situation can be reviewed on the basis of several measures of effectiveness. According to Soerjono Soekanto, the main problem in law enforcement is located in its own law (the prevailing laws and regulations), law enforcers, namely those who oversee the application of law, facilities or facilities that support the application of law, the community where the law is applied and legal culture in the community. These five factors are closely related due to the essence of law enforcement. The five factors are a benchmark of the effectiveness of the application of the law. In this article the author tries to describe the functions of the Sharia law enforcement institutions in Aceh, namely the Mahkamah Syar'iyah and Wilayatul Hisbah.

Keywords


Mahkamah Syar’iyah, Wilayatul Hisbah

Full Text:

PDF

References


Abu Bakar, Al Yasa’. Wilayatul Hisbah, Polisi Pamong Praja Dengan Kewenangan Khusus di Aceh, (Banda Aceh: Dinas Syari‘at Islam Aceh, 2009).

Abubakar, Al Yasa’. Syariat Islam di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Paradigma Kebijakan dan Kegiatan, (Banda Aceh: Dinas Syariat Islam Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, 2005).

Afrianty, Dina. “Sharia police and the regulating of morality”, International Conference Negotiating Diversity in Indonesia, Singapore Management University November 5-6, 2012.

Akli, Zul. ”Eksekusi Tindak Pidana Perjudian (Maisir) Di Mahkamah Syar’iyah Lhokseumawe”, Jurnal Ilmu Hukum, Vol. 3 No. 2, 145.

Aripin, Jaenal. Himpunan UU Kekuasaan Kehakiman. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010.

Badan Arsip dan Perpustakaan Pemerintah Aceh, ”Sejarah Lahirnya Polisi Wilayatul Hisbah”, http://arpus.acehprov .go.id/in dex.php/9-uncategorised/121-profil.html.

Efa Laela Fakhriah, Yusriza, “Kewenangan Mahkamah Syar’iyah Di Aceh Dihubungkan Dengan Sistem Peradilan Di Indonesia”, http://pustaka. unpad.ac.id/wpcontent/uploads/2014/02/Kewenangan-Mahkamah-Syariyah.pdf.

Fahmi, Chairul. “Revitalisasi Penerapan Hukum Syariat di Aceh (Kajian terhadap UU No.11 Tahun 2006)” Jurnal TSAQAFAH, Vol. 8, No. 2, Oktober 2012.

Fahmi, Chairul. “Revitalisasi Penerapan Hukum Syariat di Aceh (Kajian terhadap UU No.11 Tahun 2006)”, Jurnal Tsaqafah, Vol. 8, No. 2, Oktober 2012.

Hadi, Ainal. Hukum dan Fenomena Sosial, Aceh Justice Resource Centre, 128.

Halim, Merah “Eksistensi Wilayatul Hisbah Dalam Sistem Pemerintahan Islam”, Jurnal Ilmiah Islam Futura, Vol. X, No. 2, Februari 2011.

Hirwan Jack, “Efektivitas Wilayatul Hisbah Dalam Pencegahan Aliran Sesat Di Aceh”, http://bkpp.acehprov .go.id/ simp egbrr /Art ikel/Artikel05-02-2015/Wilayatul H i s bah _Aceh.pdf .

International Crisis Group, “Syari’at Islam Dan Peradilan Pidana Di Aceh”, http://www.crisisgroup.org/~/media/Files/asia/southeastasia/indonesia/Indonesian% 20tra nslations/17_indonesian_s_islamic_law___criminal_ justice__indonesian_version.pdf .

Kamil, Sukron dkk. Syariah Islam dan HAM: Dampak Perda Syariah Terhadap Kebebasan Sipil, Hak-Hak Perempuan dan Non-Muslim. Ciputat:CSRS UIN Jakarta, 2007.

Man, Saadan. “Transformasi Hukum Islam Komtemporari Di Malaysia Melalui Gagasan Fiqh Malaysia”, Icon-Imad, International Conferece On Islam In Malay Word 2011.

Muhibbuthabry, “Kelembagaan Wilayat al-Hisbah Dalam Konteks Penerapan Syariat Islam di Aceh”, Jurnal Ilmiah Peuradeun, Vol. 2 No. 2 Mei 2014.

Nasution, Lahmuddin. Pembaruan Hukum Islam dalam Mazhab Syafi’i, Cet. I. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2001.

Natangsa Surbakti, “Penegakan Hukum Pidana Islam (Jinayah) Di Provinsi Nanggroe Aceh Darusslam”, Jurnal Media Hukum, Vol. 17 No. 2, Desember 2010, 192.

Natangsa Surbakti, “Pidana Cambuk dalam Perspektif Keadilan Hukum dan Hak Asasi Manusia di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam” Jurnal Hukum No. 3 Vol. 17 Juli 2010: 456 – 474, 462.

Nurmuklis dan Agus Sanwani, Penerapan Hukum Acara Pidana/Jinayat Mahkamah Syar’iyah di Aceh, (diplusikasikan secara online, 2012), 47. http://www.pa-k u dus.go.id/pdf/EBOOK_PENERAPAN_HUKUM_PIDANA_%28JINAYAT%29_MAHKAMAH_SYAR%27IYAH_DI_ACEH_OK.pdf.

Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID-Aceh), https://ppid.acehprov.go.id/v2/dip/.../Qanun%20Nomor%205%20Tahun%202007.pdf.

Pemerintah Aceh, Qanun No. 11 Tahun 2004 Tentang Tugas Fungsional Kepolisian Daerah Nanggroe Aceh Darussalam.

Pemerintah Aceh, Qanun Nomor 5 Tahun 2007 Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas, Lembaga Teknis Daerah dan lembaga Daerah Provinsi Aceh.

Republik Indonesia, Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 Tentng Pemerintahan Aceh.

Republik Indonesia, Undang-undang Nomor 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Propinsi Daerah Istimewa Aceh sebagai Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Republik Indonesia, Undang-undang Nomor 44 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Aceh.

Rifqi Ridlo Phahlevy, “Mahkamah Syar’iyah Aceh Dalam Konteks NKRI Dan HAM”, Rechtsidee, Vol. 1 No. 1 Tahun 2013, 88.

Rizani, Rasyid. “Kedudukan Qanun Jinayat Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam Dalam Sistem Hukum Nasional”, 15. http://www.slideshare.net/ agusmuqtafiy/qanunjinayat-dlm-sistem-hukum-nasional.

Salim, Arskal. “Politics, Criminal Justice and Islamisation in Aceh”, Melborne Law School, http://www.law.unimelb.edu.au/files/dmfile/salim_final2_ forwe bsite wo b l eed2.pdf .

Santoso, Topo. ”Implementation Of Islamic Crimal Law In Indonesia: Ta’zir, Punishment as A Solution?” , Iium Law Journal Vol. 19 No. 1, 2011.

Sirajuddin M, ”Legitimasi Pemberlakuan Syari’at Islam Di NAD: Analisis Prinsip-prinsip Dan Peluang Yuridis Konstitusional”, Sosio-Religia,Vol. 10, No.1, Februari 2012, 82.

Sirajuddin M, ”Legitimasi Pemberlakuan Syari’at Islam di NAD: Analisis Prinsip-prinsip dan Peluang Yuridis Konstitusional”, SOSIO-RELIGIA, Vol. 10, No.1, Februari 2012.

Sulaiman Tripa, “Otoritas Gampong Dalam Implementasi Syariat Islam Di Aceh”, Media Syariah, Vol. XIV No. 1 Januari-Juni 2012.

Tempo, “Pemerintah Resmikan Mahkamah Syariah di Aceh”, http://www.tempo.co/ r e ad/news/2003/03/04/0584464/Pemerintah-Resmikan-Mahkamah-Syariah-di-Aceh.

Thabary, Muhibuth, Konsep dan Implementasi Wilayatul Hisbah dalam penerapan Syari’at Islam di Nanggroe Aceh Darussalam (Banda Aceh: Disertasi Tidak di terbitkan, Tahun 2007), 35.




DOI: https://doi.org/10.24260/al-maslahah.v15i1.1367

Article Metrics

Abstract view : 159 times
PDF - 111 times

Article Metrics

Abstract view : 159 times
PDF - 111 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Ali Geno Berutu

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

IAIN Pontianak Jalan Suprapto No. 19 Pontianak West Kalimantan Indonesia Poscode 78121

Copyright @ 2020 AL-MASLAHAH: JURNAL ILMU SYARIAH