BEKAL UNTUK BERDAKWAH DI PEDALAMAN

Amin Hasan

Abstract


Ummat Islam dewasa ini, adalah ummat yang keadaannya paling tidak menguntungkan. Terlepas kenyataan bahwa dialah ummat dengan jumlah terbanyak, yang berarti paling besar pula sumber daya manusianya, serta satu-satunya ummat yang memiliki sumber atau jalan hidup yang paling tidak goyah dibanding dengan ummat-ummat lainnya di dunia ini. Namun kenyataannya, dialah ummat yang terpecah-pecah ke dalam negara-negara dan daerah-daerah yang tidak saling cocok, ditambah dengan sekat-sekat yang tercipta oleh berbagai mazhab, golongan serta aliran-aliran, dan diramaikan dengan beragamnya organisasi-organisasi dakwah Islam yang menjadikannya sebagai ummat yang tak mampu mempertahankan diri dari serangan musuh, ummat yang malah menjadi mangsa semua orang. Alih-alih menjadi ummat yang kuat, yang mampu memproduksi sendiri apa yang dibutuhkan dan diperlukan, ia malah menjadi ummat yang menghadapi berbagai problem kemanusiaan seperti kemiskinan, kelaparan, penyakit, kebodohan, permusuhan, kebencian, moralitas dan lain sebagainya.

Melihat kondisi seperti ini, maka sangat bijak dan tepat untuk mengobarkan api semangat dakwah, dimulai dari pedalaman dan dari hal-hal mendasar ummat, dengan semangat juang berlandaskan pada diktum Ilahi yang mengatakan bahwa: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah kondisi suatu kaum kecuali mereka mau mengubah kondisi diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d [13]:11)


Full Text:

PDF

References


‘Imarah, Muhammad, 1998. Perang Terminologi Islam Versus Barat, diterjemahkan dari Ma’rakatul Mushthalahat baina al-Gharbi wal Islami, oleh Musthalah Maufur, Jakarta: Rabbani Press.

Al Roubaie, Amer, 2005. “Globalisasi dan Posisi Peradaban Islam”, dalam ISLAMIA: Jurnal Pemikiran dan Peradaban Islam, Thn. 1, No. 4.

Al-Attas, Syed Muhammad Naquib, 1993. Islam and Secularism, Kuala Lumpur: ISTAC.

Al-Faruqi, Isma’il Raji, 1988. Tauhid, Bandung: Pustaka.

Al-Ghazali, Abu Hamid, t.t. Al-Munqidz min al-Dlalal wa ma’a Kimiya al-Sa’adah wa al-Qawa’id al-‘Asyrah wa al-Adab fi al-Din, Beirut: Al-Maktabah Al-Sya’biyah.

____________________, 2002. Penyelamat Jalan Sesat, diterjemahkan dari Al-Munqidz min al-Dlalal, oleh Nasib Musthafa, Jakarta: Cendekia Sentra Muslim.

Arif, Syamsuddin, 2008. Orientalis dan Diabolisme Pemikiran, Jakarta: Gema Insani Press.

Bachtiar, Tiar Anwar, 2009. “M. Natsir: Pelopor Pendidikan Islam Integral”, dalam ISLAMIA: Jurnal Pemikiran dan Peradaban Islam, Vol. V, No. 1.

Daud, Wan Mohd Nor Wan, 2008. “Iklim Kehidupan Intelektual di Andalusia, Satu Cerminan Islamisasi Dua-Dimensi”, dalam ISLAMIA: Jurnal Pemikiran dan Peradaban Islam, Vol. III, No. 4.

Gharisah, Ali, 1989. Wajah Dunia Islam Kontemporer, Puskata Al-Kautsar.

Hardiman, F. Budi, 2004. Filsafat Modern: Dari Machiavelli sampai Nietzsche, Jakarta: Gramedia.

Himayah, Ahmad Mahmud, Kebangkitan Islam di Andalusia, diterjemahkan dari Al-Andalus Hal Ta’udu?, oleh Sabaruddin, (Jakarta: Gema Insani Press, 2003)

Husaini, Adian, 2006. Hegemoni Kristen-Barat dalam Studi Islam di Perguruan Tinggi, Jakarta: Gema Insani Press.

_____________, 2005. Wajah Peradaban Barat: Dari Hegemoni Kristen ke Dominasi Sekuler-Liberal, Jakarta: Gema Insani Press.

ISLAMIA: Jurnal Pemikiran dan Peradaban Islam, 2008. “Wajah Universitas Islam: Antara Islamisasi dan Sekularisasi-Liberalisasi”, Vol. III, No. 3.

Muslih, Muhammad, 2008. Filsafat Ilmu: Kajian atas Asumsi Dasar Paradigma dan Kerangka Teori Ilmu Pengetahuan, Yogyakarta: Belukar.

Nasr, Sayyed Hossein, 1977. Sains dan Peradaban di Dalam Islam, diterjemahkan dari Science and Civilization in islam, oleh J. Mahyudin, Bandung: Pustaka.

Pratiknya, Watik, 1989. Percakapan Antar Generasi: Pesan Perjuangan Seorang Bapak, Jakarta: Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia: Laboratorium Dakwah.

Suriasumantri, Jujun S., 2009. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Thoha, Anis Malik, 2005. Tren Pluralisme Agama: Tinjauan Kritis, Jakarta: Perspektif.

Ulum, Bahrul, 2014. “Cordoba, Kota Ilmu pada Masa Silam”, dalam ISLAMIA: Jurnal Pemikiran dan Peradaban Islam, Vol. IX, No. 1.

Zarkasyi, Abdullah Syukri, 2011. Bekal untuk Pemimpin, Pengalaman Memimpin Gontor, Gontor-Ponorogo: Trimurti Press.

Zarkasyi, Hamid Fahmy (dkk), 2010. Membangun Peradaban dengan Ilmu, Depok: Kalam Indonesia.

____________________, 2012. “Dakwah”, dalam ISLAMIA: Jurnal Pemikiran dan Peradaban Islam, Vol. VII, No. 2.

____________________, 2014. “Peran Masjid dalam Pendidikan Karakter (Akhlaq)”, dalam ISLAMIA: Jurnal Pemikiran dan Peradaban Islam, Vol. IX, No. 1.

____________________, 2008. “Peran Sentral Universitas Islam”, dalam ISLAMIA: Jurnal Pemikiran dan Peradaban Islam, Vol. III, No. 3.

____________________, 2008. Liberalisasi Pemikiran Islam (Gerakan bersama Missionaris, Orientalis dan Kolonialis), Gontor-Ponorogo: CIOS.

____________________, 2012. Misykat; Refleksi tentang Westernisasi, Liberalisasi, dan Islam, Jakarta: INSISTS & MIUMI.

____________________, 2010. Peradaban Islam: Makna dan Strategi Pembangunannya, Gontor Ponorogo: CIOS.




DOI: https://doi.org/10.24260/al-hikmah.v10i1.542

DOI (PDF): https://doi.org/10.24260/al-hikmah.v10i1.542.g332

Article Metrics

Abstract view : 643 times
PDF - 1745 times

Article Metrics

Abstract view : 643 times
PDF - 1745 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Al-Hikmah

License URL: http://jurnaliainpontianak.or.id/index.php/alhikmah

Creative Commons License
Al-Hikmah by http://jurnaliainpontianak.or.id/index.php/alhikmah is licensed under a
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.