FIQIH EMANSIPATORIS (Membangun Metodologi Fiqih Pembebasan Bagi Perempuan)

Muhammad Ngizzul Muttaqin, Miftah Rosadi, Arif Nur'aini

Abstract


Labeling women who only do homework seems in the current modern context cannot be pinned on. Important positions held by women in the public sphere today seem to have broken the chain of women as workers in the private sphere. In the realm of classical Islamic law (fiqh) studies also provide justification for women as workers in the private world. So that the construction of classical Islamic law (fiqih) seems no longer relevant to use in today’s modern world, where women have an important position in social activities and as effort to provide equal opportunities and rights for all humans. As a literature-based study and literature study, this paper tries to reveal the mismatch of the use of classical Islamic law (fiqh) about women in the modern era today. The findings in this show that realizing emancipatory Islamic law (fiqh) is a necessity in order to realize Islamic law (fiqh) that is relevant to the social life of today’s society. So that the ideals of Islamic law (fiqh) which are righteous sholih fi kully al-zaman wa al-makan can be realized.

Keywords


Islamic law, Fiqh, Classic, Emancipatory

Full Text:

PDF

References


Ahmad Aqib. (2019). “Penafsiran Tafsir Emansipatoris dalam al-Qur’an (Perspektif Pemikiran Siti Musdah Muia). Al-Fanar: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Volume 2, Nomor 2.

Amina Wadud. (2006). Qur’an Menurut Perempuan, Meluruskan Bias Gender Dalam Tradisi Tafsir. Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta, 2006.

AyoBandung.com. (Minggu, 21 April 2019). Kesetaraan dan Peran Perempuan.

Fathul Djannah, dkk. (2010). Kekerasan Terhadap Istri. Jogjakarta: LKiS, 2010.

Fathurrosi. (2018). “Sejarah Perkembangan Politik Perempuan Di Indonesia (Analisis Masa Orde Lama-Reformasi dan Perspektif al-Qur’an)”. Raheema: Jurnal Studi Gender dan Anak, Volume 5, Nomor 1.

Fatkhul Mubin. (2019). “Tafsir Emansipatoris: Pembumian Metodologi Tafsir Pembebasan”. Mumtaz: , Volume 3, Nomor 1.

Fauzi. (2018). Hak Asasi Manusia dalam Fikih Kontemporer. Depok: PRENADAMEDIA GROUP.

Fitri Kusumayanti. (2019). “Dilema Ruang Perempuan Dalam Keluarga Dan Publik (Studi Kasus Peran Perempuan di Kecamatan Pontianak Utara). Raheema: Jurnal Studi Gender dan Anak, Volume 6, Nomor 2.

Ibn Qayyim al-Jauziyyah. (2010). I’lam al-Muwaqqi’in ’An Rabb al-’Alamin Juz III. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah.

Imam Nawawi. (t.t.). ’Uqud al-Lujayn Fi Bayani Huqquq al-Zaujaini. Surabaya: Al-Hidayah, t.t..

Khaled M. Abou El Fadl. (2013). Atas Nama Tuhan: Otoriter ke Fiqih Otoritatif. Terj. R. Cecep Luikan Yasin. Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta.

M. Rasyidi. (2007). Humanisme Dalam Islam. Jakarta: Bulan Bintang, 2007.

Mahathir Muhammad Iqbal. (Januari-Juni 2017). “Merumuskan Konsep Fiqh Islam Perspektif Indonesia”. al-ahkam: Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum, Volume 2, Nomor 1.

Mudhofar Badri. (2010). Panduan Pengajaran Fiqih Perempuan di Presantren. Yogyakarta: YKF, 2010.

Muhamad Tisna Nugraha. (2019). “Aisyah Sebagai Figur Emansipasi Perempuan Dunia”. Raheema: Jurnal Studi Gender dan Anak, Volume 6, Nomor 2.

Muhammad Jufri. (Juli-Desember 2014). “Fiqh Perempuan (Analisis Gender dalam Fiqh Islam Konteks Keindonesiaan). Jurnal Al-Maiyyah, Volume 7, Nomor 1.

Muhammad Nawawi al-Jawi. (2010). Tusyikh ’Ala Ibn Qosim, Quut al-Habib al-Ghorib. Surabaya: Mktabah Imarotullah.

Muhammad Ngizzul Muttaqin dan Iffatin Nur. (Desember 2019). “Fiqih Jalan Tengah (Mempertemukan Maqashid Syari’ah, Hukum, dan Realitas Sosial)”. Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam, Volume 5, Nomor 2.

Muhammad Takdir. (Juli 2019). “Membumikan Fiqh Antroposentris: Paradigma Baru Pengembangan Hukum Islam yang Progresif”. AHKAM: Jurnal Hukum Islam, Volume 7, Nomor 1.

Saefur Rochmat. (2007). “Paradigma Feminisme Islam: Keluarga Sebagai Suatu Team”. MOZAIK: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, Volume 2, Nomor 1.

Suharsimi Arikunto. (2002). Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta: Rineka Cipta 2002.

Syafiq Hasyim. (2012). Hal-hal yang Tak Terpikirkan tentang Isu-isu Keperempuanan dalam Islam. Bandung: Mizan, 2012.

Thal’at Afifi. (2010). Adab al-Ikhtilafat al-Fiqhiyah wa Atsrahu fi al-’Amali al-Islamiyah al-Mu’ashir. Kairo: Dar al-Salam.

Zulfatun Ni’mah. (Januari-Juni 2009). “Fiqih Perubahan Untuk Perempuan (Upaya Menjawab Keusangan dan Kekosongan Hukum Bagi Perempuan)”. Jurnal Muwazah, Volume 1, Nomor 1.




DOI: https://doi.org/10.24260/raheema.v8i2.1587

Article Metrics

Abstract view : 69 times
PDF - 33 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Site Stats Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.