MENELAAH KEMBALI KETENTUAN USIA MINIMAL KAWIN DI INDONESIA MELALUI PERSPEKTIF HERMENEUTIKA

Ahmad Masfuful Fuad

Abstract


Reviewing the minimum marrying age provision through legal hermeneutic approach could analyze three main points: First, the context of the determination of the minimum age to marry in UU No. 1 1974; Second, the authentic meaning of the provisions of the minimum marriage age limit in the UU No. 1 1974; Third, the relevance of the provisions of the minimum marriage age limits and the contribution to the social development of society. The findings of this article are: (1) The context of the birth of Article 7 (1) of UU No. 1 1974 about marriage is the fusion of the social, political, cultural, economic and religious factors; (2) The meaning of the delimitation of the minimum age at marriage in the Marriage Act is to create quality family through preventive cultural practices of early marriage/underage, so that people can realize the goal of marriage is good with no end in divorce and got a good offspring and healthy; (3) The determination of a minimum marriage age limit in Article 7 paragraph (1) is considered to be irrelevant because that is not in accordance with the spirit of the law of the birth of the chapter. Therefore, the necessary review and change the contents of that article in order to contribute to the social development of society, namely in terms of health, education, economy and population.

Full Text:

Masfuful Fuad

References


Amrullah, “Batasan Umur dalam Melangsungkan Perkawinan menurut Undang-Undang Perkawinan No. 1 tahun 1974 dan Pendapat Imam Shāfi’i.”

Anshori, Abdul Ghofur, Hukum Perkawinan Islam: Perspektif Fikih dan Hukum Positif (Yogyakarta: UII Press, 2011).

Baqiy, Muhammad Fuad Abdul, Al-Lu’lu’ wa al-Marjān (Kairo: Dar al-Hadis, 2007).

Cammack, Mark E., “Hukum Islam dalam Politik Hukum Orde Baru” dalam Sudirman Tebba (ed), Perkembangan Mutakhir Hukum Islam di Asia Tenggara: Studi Kasus Hukum Keluarga dan Pengkodifikasiannya (Bandung: Mizan, 1993).

Davis, Kingsley & Judith Blake, “Struktur Sosial dan Fertilitas: Suatu Kerangka Analistis” dalam Masri Singarimbun, Kependudukan: Liku-liku Penurunan Kelahiran, cet. II (Yogyakarta: LP3ES, 1982).

Depag RI, Al-Qur’an dan Tafsirnya, jilid II (Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia, 1991).

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI (Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-Nilai Budaya Sulawesi Tengah tahun 1994/1995), Dampak Perkembangan Pendidikan Terhadap Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Pedesaan di Sulawesi Tengah (Palu: Proyek Depdikbud, 1994).

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI (Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-Nilai Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 1996/1997), Dampak Pembangunan Pendidikan Terhadap Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta, (Yogyakarta: Proyek Depdikbud, 1996).

Fadal, Moh. Kurdi, Kaidah-kaidah Fikih (Jakarta: CV Artha Rivera, 2008).

Fatimatuzzahra, Implikasi Nikah di Bawah Umur Terhadap Hak-hak Reproduksi Perempuan, Skripsi Fak. Syari’ah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2008.

Friedman, Lawrence M., Sistem Hukum: Perspektif Ilmu Sosial, terj. M. Khozim, cet. V (Bandung: Penerbit Nusa Media, 2013).

Friedman, Lawrence M., The Legal System: A Sosical Science Perspective (New York: Russel Soge Foundation, 1969).

Friedman, W., Legal Theory (London: Stevens, 1960).

Gunaryo, Achmad, Pergumulan Politik & Hukum Islam: Reposisi Peradilan Agama dari Peradilan “Pupuk Bawang” Menuju Peradilan yang Sesungguhnya (Yogyakarta: Pustaka Pelajar & Pascasarjana IAIN Walisongo Semarang, 2006).

Haar Bzn, Mr B. Ter, Asas-asas dan Susunan Hukum Adat, terj. K. Ng. Soebakti Poesponoto, cet. V (Jakarta: Pradya Pramita, 1980).

Hadikusuma, Hilman, Hukum Perkawinan Indonesia menurut Perundangan, Hukum Adat, Hukum Agama, cet. III (Bandung: CV. Mandar Maju, 2007).

http://quraishshihab.com/perkawinan-usia-muda/#more-688 diakses 24 April 2015.

Koban, Antonius Wiwan, “Revisi Undang-Undang Perkawinan” dalam Adinda Tenriangke Muchtar (ed.), Update Indonesia, The Indonesian Institute, Vol. IV No. 10, (Maret 2010).

Leyh, Gregory (ed.), Legal Hermeneutics: History, Theory and Practice (Oxford: University of California Press, 1992).

Lukas, Nazmi, Muhammad juga Manusia: Sebuah Pembelaan Orang Luar, terj. Abdul Basith AW (Yogyakarta: Kalimasada, 2006).

Lukito, Ratno, Hukum Sakral dan Hukum Sekuler; Studi tentang Konflik dan Resolusi dalam Sistem Hukum Indonesia (Jakarta: Pustaka Alvabet, 2008).

Mukhtar, Kamal, Asas-asas Hukum Islam tentang Perkawinan, cet. III (Jakarta: Bulan Bintang, 1993).

Nadwi, Ali Ahmad al-, al-Qawa’id al-Fiqhiyyah, cet. V (Damaskus: Dar al-Qalam, 2000).

PaEni, Mukhlis (ed. Umum), Sejarah Kebudayaan Indonesia: Sistem Sosial (Jakarta: Rajawali Pers, 2009).

Penjelasan Umum UU Perkawinan 1974.

Rahardjo, Satjipto, Hukum Progresif: Sebuah Sintesa Hukum Indonesia (Yogyakarta: Genta Publishing, 2009).

Rahman, Asjmuni A., Qa’idah-qa’idah Fiqih (Qowa’idul Fiqhiyyah) (Jakarta: Bulan Bintang, 1976).

Rasjid, Sulaiman, Fiqh Islam, cet. 59 (Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2013).

Salinan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 30-74/PUU-XII/2014.

Sanusi, Achmad, Pengantar Ilmu Hukum dan Pengantar Tata Hukum Indonesia (Bandung: Tarsito, 1984).

Sari, Aris Devi Puspita, “Kebijakan Pemerintah Orde Baru Tentang Perkawinan Dini di Jawa Timur Tahun 1974-1980 sebagai Usaha Pengendalian Laju Pertumbuhan Penduduk,” dalam AVATARA, e-Journal Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Surabaya, Vol. 2, No. 1, (Maret 2014).

Sidharta, B. Arief, Refleksi tentang Struktur Ilmu Hukum: Sebuah Penelitian tentang Fundasi Kefilsafatan dan Sifat Keilmuan Ilmu Hukum sebagai Landasan Pengembangan ilmu Hukum Nasional Indonesia, cet. II (Bandung: Mandar Maju, 2000).

Sumardi, Dedy, “Islam dan Politik di Indonesia (Perspektif Sejarah),”

Sumbulah, Umi, “Ketentuan Perkawinan dalam KHI dan Implikasinya bagi Fiqh Mu’asyarah: Sebuah Analisis Gender”.

Sumitro, Warkum & K. N. Sofyan Hasan, Dasar-dasar Memahami Hukum Islam di Indonesia (Surabaya: Karya Anda, 1994).

Sutarsih, Mulia Kusuma, Beberapa Aspek Perbedaan Pola Perkawinan di Indonesia Dewasa Ini: Survey Fertilitas, Mortalitas Indonesia 1973 (Jakarta: LD-FEUI, 1976).

Tajuk Rencana “Relevansi Peringatan Hari Kartini”, Kompas, 21 April 2015.

Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Wahid, Marzuki, Fiqh Indonesia: Kompilasi Hukum Islam dan Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam dalam Bingkai Politik Hukum Indonesia (Bandung: Penerbit Marja, 2014).

Yulianti, Rina, ”Dampak yang Ditimbulkan Akibat Perkawinan Usia Dini” dalam Pamator: Jurnal Ilmu Sosial, Ekonomi dan Humaniora, Vol. 3, No. 1, (April 2010).




DOI: https://doi.org/10.24260/almaslahah.v11i2.145

Article Metrics

Abstract view : 549 times
Masfuful Fuad - 2384 times

Article Metrics

Abstract view : 549 times
Masfuful Fuad - 2384 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2015 Al-Maslahah



IAIN Pontianak Jalan Suprapto No. 19 Pontianak West Kalimantan Indonesia Poscode 78121

Copyright @ 2020 AL-MASLAHAH: JURNAL ILMU SYARIAH