NUSYŪZ DALAM TINJAUAN PRINSIP HAM

Faiq Tobroni

Abstract


Paper ini bertujuan menggunakan prinsip HAM untuk menimbang ulang pengaturan nusyūz dalam Kompilasi Hukum Islam Indonesia. Tujuan ini akan dicapai dengan menjawab dua rumusan masalah utama, yakni: apa problematika yang ditimbulkan dari pengaturan nusyūz tersebut? dan mengapa pengaturan nusyūz dalam regulasi tersebut perlu ditinjau ulang? Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Data diperoleh melalui dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa Kompilasi Hukum Islam justru mempersempit pemberlakuan nusyūz hanya kepada istri, sehingga menimbulkan relasi tidak setara yang bias gender. Argumentasi syar’i untuk memperluas pemberlakuan nusyūz bisa diperoleh melalui perpaduan antara Surat An-Nisa’ Ayat 34 dan 128. Selain itu, dukungan kuat ke arah perluasan pemberlakuan nusyūz tersebut bisa dirasakan sebagai paradigma khas kesetaraan sesuai prinsip HAM yang dibawa UU 1/1974 dan UU 32/2004 sebagai kritik terhadap penyempitan konsep nusyūz dalam KHI. Konsep pemberlakuan nusyūz yang hanya berlaku kepada istri merupakan pengingkaran dari prinsip kesetaraan dalam konsep HAM, dan juga mempunyai kelemahan jika disandingkan dengan konsep kesetaraan relasi suami istri (diatur dalam UU 1/1974) dan konsep pertanggungjawaban pidana yang berlaku bagi suami maupun istri apabila melakukan kekerasan (diatur dalam UU 32/2004).

Keywords


Nusyūz, Kesetaraan, HAM, Suami, dan Istri.

Full Text:

PDF

References


Akbarizan, Norcahyono, Nurcahaya, dan Srimurhayati, Maslahah Dalam Penyelesaian Nusyuz Perspektif Gender (Studi Terhadap Tafsir Al-Mishbah), Proceeding The International Seminar On Islamic Jurisprudence Contemporary Society, (Islac 2017) ISBN: 978-967-0899-57-2, 4 th-5th Mac 2017.

Azhar, Muhammad., dkk, Studi Islam dalam Percakapan Epistemologis, (Yogyakarta: Sipres, 1998).

Donnely, Jack., Universal Human Rights in Theory and Practice, (Cornell University Press, Ithaca and London, 2003).

Ghazali, Norzulaili Mohid, dan Wan Abdul Fattah Wan Ismail, Nusyuz, Shiqaq dan Ahkam Menurut Al-Quran, Sunah dan Undang-undang Keluarga Islam, (Malaysia: Kolej Universiti Islam Malaysia (KUIM),2007).

Hasanuddin, Perkawinan dalam Perspektif Al-Quran, (Nikah, Talak, Cerai, Rujuk). (Jakarta: Nusantara Damai Press, 2011).

Husein, Muhammad., Fiqih Perempuan (Yogyakarta : LkiS Yogyakarta, 2009).

Ilma, Mughniatul, Kontekstualisasi Konsep Nusyuz di Indonesia, Jurnal Tribakti: Pemikiran Keislaman, Vol. 30, No. 1, Tahun 2019.

Indarti, Erlyn., Diskresi dan Paradigma, Sebuah telaah Filsafat Hukum, Pidato pengukuhan guru besar dalam Filsafat Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Semarang pada 4 November 2010.

Iqbal, Imam., “Dekontruksi Tafsir Antroposentrisme; Telaah Ayat-Ayat Berwawasan Lingkungan”, Jurnal Lingkungan, Vol.8 Nomor 1 2014.

Katsir, Ibnu., Tafsir al-Quran al-‘Adhim. (Beirut: dar El-Fikr, 1999).

Maurice Cranston, What are Human Rights? (Taplinger, New York, 1973).

Miles, MB. dan AM Huberman. Qualitative Data Analysis: A Sourcebook of New Methods. (SAGE: Beverly Hills, 1992).

Mujieb, M. Abdul., dkk, Kamus Istilah Fiqih (Jakarta: Pustaka Firdaus, 1994).

Mulia, Siti Mudzah., Muslimah Reformis: Perempua-perempuan Pembaharu Keagamaan (Bandung: Mizan, 2005).

Muslikhati, Siti., Feminisme dan Pemberdayaan Perempuan dalam Timbangan Islam (Jakarta: Gema Insani, 2004 ).

Nurlia, Aisyah., Nilla Nargis, dan Elly Nurlaili, Nusyuz Suami Terhadap Istri Dalam Perspektif Hukum Islam, Pactum Law Journal, Vol. 1, No. 4, 2018.

Nurmahmi, Respon Agamaterhadap Kekerasan Dalam Rumah Tangga: Kajian Tentang Nusyuz Dan Hukumannya, Jurnal Khatulistiwa – Journal Of Islamic Studies, Volume 2 Nomor 2 September 2012.

Ridwan, AH.., Reformasi Intelektual Islam, Pemikiran Hassan Hanafi Tentang Reaktualisasi Tradisi keilmuan Islam (Yogyakarta: Ittaqa Press, 1998).

Riyadi, Eko,. Hukum Hak Asasi Manusia: Perspektif Internasional, Regional dan Nasional, (Jakarta: Rajawali Press, 2018).

Rofiq, Ahmad., Hukum Islam Di Indonesia ( Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada, 2000 ).

Sadlani, Sholeh bin Ghonim al-., Nusyuz, Konflik Suami Istri dan Penyelesaiannya, terj. Muhammad Abdul Ghafar (Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 1993).

Saeed, Abdulloh,. Al-Qur’an Abad 21: Tafsir Konstektual ( Bandung: PT Mizan Pustaka, 2016).

Saoki, Batas Hak Suami Dalam Memperlakukan Istri Saat Nusyuz Dan Sanksi Pidananya, Al-Hukama: The Indonesian Journal of Islamic Family Law, Volume 06, Nomor 02, Desember 2016.

Subhan, Rethinking Konsep nusyūz Relasi Menciptakan Harmonisasi dalam Keluarga, Al-‘Adalah: Jurnal Syariah dan Hukum Islam, Vol. 4, No. 2, Desember 2019.

Thobari, Abu Ja’far Muhammad bin Jarir al-., Jami’ al-Bayan fi Ta’wil al-Qur’an, Jilid 6 (Bairut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, t.th).

Tobroni, Faiq., “Penafsiran Hukum Dekonstruksi Untuk Pelanggaran Poligami (Kajian Putusan Nomor 937 K/Pid/2013)”, Jurnal Yudisial Vol. 9 No. 3 (Desember 2016).

Tobroni, Faiq., “Putusan Nomor 74/PUU-XII/2014 dan Standar Konstitusional Dispensasi Perkawinan”, Jurnal Konstitusi, Volume 14, Nomor 3, (September 2017).

Umar, Nasaruddin., Argumen Kesetaraan Gender Perspektif al-Qur’an (Jakarta: Paramadina,2001).

Wahyuni, Sri, Konsep nusyūz dan Kekerasan terhadap Isteri: Perbandingan Hukum Positif dan Fiqh, Al-Ahwal Journal, Vol. 1, No.1, 2008.




DOI: https://doi.org/10.24260/al-maslahah.v16i1.1783

Article Metrics

Abstract view : 38 times
PDF - 21 times

Article Metrics

Abstract view : 38 times
PDF - 21 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Faiq - Tobroni

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

IAIN Pontianak Jalan Suprapto No. 19 Pontianak West Kalimantan Indonesia Poscode 78121

Copyright @ 2020 AL-MASLAHAH: JURNAL ILMU SYARIAH