JADWAL SHALAT BERBASIS KONVERSI (Studi Kritis Koreksi Waktu Pada Jadwal Shalat Yang Beredar di Pontianak)

Muhammad Hasan

Abstract


Penelitian ini berangkat dari persoalan bahwa kesalahan menetapkan waktu shalat dalam hitungan menit mengakibatkan ibadah yang dilakukan tidak sah, bahkan akan terjebak pada ibadah yang diharamkan. Misalnya, antara matahari sedang terbenam sampai terbenam memerlukan waktu + 6 menit 32’ (dengan asumsi diameter matahari 32′ + refraksi 34′=1º38’) saja; ketika matahari sedang tergelincir sampai tergelincir memerlukan 4 menit 16 detik (asumsi diameter 32′x2=1º4’). Ini berarti, dalam limit waktu tersebut adalah waktu yang diharamkan beribadah. Pada sisi lain, untuk kebutuhan praktis, masyarakat tidak hanya menggunakan jadwal shalat yang dihisab di koordinat setempat, tetapi terdapat jadwal shalat dengan sistem koreksi. Koreksi yang terdapat dalam jadwal shalat yang beredar di masyarakat dilihat dari sisi astronomi hanya mempertimbangkan bujur tempat, tidak mempertimbangkan lintang tempat. Karena itu, penelitian ini bertujuan merumuskan waktu shalat sistem konversi yang akurat. Hasil penelitian merumuskan bahwa 1). Perbandingan waktu shalat antara hasil konversi dengan waktu Shalat yang disusun dengan menggunakan koordinat setempat menunjukkan bahwa untuk Pulau Gelam, Kendawangan, Manis Mata, Temajuk, Marau, Paloh, Pulau Serutu, Sejangkung, Pulau Karimata, Jawai, Nanga Tayap, Seluas, Pemangkat, Sanggau Ledo, dan Embaloh memiliki Perbedaan antara +5 menit sampat -6 menit. Dengan demikian untuk tempat-tempat tersebut tidak bisa menggunakan jadwal shalat sistem konversi dari kota Pontianak. 2). Akurasi koreksi waktu yang digunakan dalam jadwal shalat bahwa terdapat beberapa markas yang koreksi waktunya tidak tepat yakni Jongkong, Menukung, Bika, Nanga Bunut, Nanga Soyan, Nanga Suruk, Nanga Taman, Putussibau, Sanggau Ledo, dan Sei Mayam. 3). Akurasi jadwal shalat yang menggunakan sistem koreksi memiliki akurasi apabila selisih lintang tempat < 1,1666667º atau 1º10’. Apabila melebihi 1º10’ maka waktu shalat sistem koreksi waktu tidak akurat, artinya tidak dapat digunakan sebagai jadwal waktu shalat.

ARTICLE HISTORY

Abstract View
Abstract view : 47 times
Article Downloads
PDF Downloads : 30 times

Keywords


Akurasi, koreksi waktu, waktu shalat.

Full Text:

PDF

References


Abell, George O, et.al, Exploration of The Universe, New York: Saunders College Publishing, 1987.

al-Bukhārī, Muhammad bin Ismā’īl bin Ibrāhīm bin al-Mugīrah al-Bukhāri Abu ’Abdullah, Ṡahīh al-Bukhārī, juz 2, Dār al-Fikr,1512/1992.

al-Bukhārī, Muhammad bin Ismā’īl bin Ibrāhīm bin al-Mugīrah al-Bukhāri Abu ’Abdullah, tt, Ṡahīh al-Bukhārī, juz 6, t.tp.

al-Bundāq, Muhammd Ṡalih, at-Taqwīm al-Hādī, Beirut-Libanon: Dār al-Afāq al-Jadīdah,1980.

al-Jailani, Zubaer Umar, tt, al-Khulāṡah al-Wafiyyah, Kudus: Menara Kudus.

al-Juzairi, al-Fiqh al-Mazāhib al-Arba’ah, Juz 1, Beirut: Dar al-Fikr 1986/1406.

an-Nasa'i, Abu Abdur Rahman Ahmad bin Syu'aib, t.th. Sunan an-Nasa'i, Syarah Jalāl ad-Dīn aş-Şuyūţī, Juz I, Beirut - Libanon: Dār al-Kutub al-'Ilmiyah, t.th.

as-Sayuti, Jalāluddīn Abdurrahman, Muwata’al-Imām Malīk, Mustafa al-Babi al-Halabi, Mesir, 1951 M/1380H.

at-Turmūżī, Muhammad bin Isa bin Saurah bin Musa., t.th, al-Jami' as-şahīh Sunan Tirmiżi, syarah: Ahmad Muhammad Syakir, Juz I, Beirut: Dār Ihya at-Turaś al-'Araby, t.th.

Azhari, Susiknan, Penggunaan Sistem Hisab dan Rukyat di Indonesia, Yogyakarta: Disertasi-UIN Yogyakarta, 2006.

Depag RI, Penentuan Awal Waktu Shalat, Jakarta, Direktorat Jenderal Binbaga Islam-Dirjen Binbapara, 1994.

Depag RI, Penentuan Awal Waktu Shalat, Jakarta, Direktorat Jenderal Binbaga Islam-Dirjen Binbapara, 1994.

Depdiknas, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 2007.

Dirjen Bimas-Islam Depag RI. Keputusan Temu Kerja dan Evaluasi Hisab Rukyah 2009 di Lembang Jawa Barat.

Djamaluddin, “Analisis Visibilitas Hilal Untuk Usulan Kriteria Tunggal Indonesia”, di Buku Ilmiah Matahari dan Lingkungan Antariksa, Dian Rakyat, Jakarta, 2010, Seri -4.

Djamaluddin,Thomas, Menggagas Fiqih Astronomi, Bandung: Kaki Langit, 2005.

Hasan, Ide Perilaku dan Apresiasi Masyarakat Pontiana terhadap Unifikasi Kalender Hijriah, at-Tahrir Jurnal Pemikiran Islam vol 15 No 1, 2015.

Hasan, Aplikasi Imkan al Ru’yah di Indonesia Perspektif Fiqh dan Astronom, at-Tahrir Jurnal Pemikiran Islam vol 13 No 1, 2013.

Hasan, Model Pengembangan Hukum Islam Berbasis Kedaerahan; Kajian Terhadap Ijma’ Ahluil Madinah dan Implikasinya, Ulumuna Journal of Islamic Studies vol 19 No 1, 2015.

Ibnu Kaśir., Tafsīr al-Qurān al-Azīm, Juz III, Mesir: Dār Mishri lit-Taba’ah, t.th.

Ibnu Rusyd, Abu al-Walid Muhammad bin Ahmad bin Rusyd al-Qurt}ubi al-Andalusi, Bidāyah al-Mujtahid wa Nihāyah al-Muqtas}id, juz 1, Dār al-Ihya’ al-Kutub al-Arabiyah, tt.

Ilyas, A. Modern Guide to Islamic Calender, Times, & Qiblah, Kuala Lumpur, Berita Publishing, 1984

Kanwil Kemenag Profinsi Kalimantan Barat, Jadwal Shalat tahun 2010

Keputusan Musyawarah Kerja Hisab Rukyah tahun 1997/1998 di Ciawi Bogor.

Khazin, Muhyidin, Ilmu Falak dalam Teori dan Praktek, Yogyakarta, Buana Pustaka, 2004.

Mahmud, Abdurrani, Jadwal Shalat Sepanjang Masa.

Muslim bin Hajjaj, Abu Husain al-Qusyairy an-Naisaburi, Ṡahīh Muslim, Syarah an-Nawawī, Juz II,III, Beirut: Dār Ihya at-Turaś al-‘Arabi, 1415/1995.

Saadoe'ddin Djambek, Shalat dan Puasa di Daerah Kutub, Jakarta, Tinta Mas

Sabiq, Sayyid, Fiqh Sunnah, Jilid I, Kairo: Dār al-Fath lil-i'lam al-'Arabi, 1421/2000.

Shihab, M. Quraish., Tafsir al-Misbah, Jilid II dan VII, Jakarta: Lentera Hati, 2006.

Smart, W.M, Textbook on Spherical Astronomy, New York: Cambridge University Press, 1980.

Suziknan Azhari, Ilmu Falak, Perjumpaan Khazanah Islam dan Sains Modern, Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2007.

Tabattaba'i, Muhammad Husain., al-Mīzan fī Tafsīril Qur'ān, Juz XIII, Beirut-Libanon: Mu'assasah al-‘Alami li al-maţbu'at, 1411/1991.

Tim Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Pedoman Hisab Muhammadiyah, Yogyakarta: Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, 2009/1430H, cet 2.

Tim PW LTN NU Jatim, Ahkām al-Fuqahā’, Solusi Problematika Aktual Hukum Islam, Keputusan Muktamar, Munas, dan Konbes Nahdlatul Ulama (1926-2004), Surabaya: LTN NU Jawa Timur, 2007, cet 3.




DOI: https://doi.org/10.24260/al-maslahah.v14i2.974
Abstract view : 47 times
Article Download
PDF Downloads : 30 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Muhammad Hasan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

IAIN Pontianak Jalan Suprapto No. 19 Pontianak West Kalimantan Indonesia Poscode 78121

Copyright @ 2017 AL-MASLAHAH: JURNAL ILMU SYARI`AH