Aplikasi Metode Al-Ghoyah dalam Peningkatan Kualitas Pembelajaran Kitab Kuning di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Desa Sumur Dalam, Kecamatan Besuk Probolinggo. Tahun pelajaran 2018-2019

Nur fatimah(1Mail), Firdaus Ainul Yaqin(2),
(1) Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan, Indonesia
(2) Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan, 

Mail Corresponding Author


DOI : https://doi.org/10.24260/jrtie.v3i1.1579

Full Text:    Language : en
Submitted : 2020-04-01
Published : 2020-04-30

Abstract


Kitab kuning merupakan kekhasan pesantren sebagai salah satu institusi pendidikan islam, atau sebagai andalan dalam kancah pendidikannya. Dalam penerapan kitab kuning itu terdapat beberapa metode untuk menguasai dan memahami pembelajaran kitab kuning. Metode yang paling umum dalam pembelajaran kitab kuning adalah metode sorogan dan wetonan. Akan tetapi di Pondok Pesantren Bahrul Ulum menggunakan metode yang dikenal dengan Metode Al-Ghoyah. Berdasarkan keterangan diatas, peneliti tertarik untuk meneliti metode baru, dengan membuat judul “Aplikasi Metode Al-Ghoyah dalam Peningkatan Kualitas Pembelajaran Kitab Kuning di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Desa Sumur Dalam kecamatan besuk Kabubaten Probolinggo” Dari pemaparan diatas maka penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Bagaimana aplikasi metode al-ghoyah pada pesantren Bahrul Ulum? 2. Apa kelebihan dan kekurangan aplikasi metode al-ghoyah? Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, Sedangkan jenis penelitianya adalah deskriptif. Dalam pengumpulan data dengan menggunakan metode pengamatan/observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil yang didapatkan dari penelitian di pondok pesantren Bahrul Ulum adalah 1. Aplikasi Metode Al-Ghoyah di Pondok Pesantren Bahrul Ulum yaitu dengan melakukan tiga tahapan yaitu, persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. 2. Kelebihan dan kekurangan Metode Al-Ghoyah di Pondok Pesantren Bahrul Ulum yaitu Kelebihan : cepat dalam membaca dan memahami Kitab Kuning dalam waktu 20 hari, penerapan metode yang mudah diterima oleh santri, penampilan pembacaan Kitab Kuning ketika Haflatul Ikhtibar, mengikuti lomba dalam bidang Al-Jurumiyah. Kekurangannya adalah kurangnya pembimbing Metode Al-Ghoyah, santri harus punya pemahaman terhadap ilmu alat, serta mahalnya biaya yang harus dikeluarkan.

Article Metrics

 Abstract Views : 47 times
 PDF Downloaded : 3 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.