Bertani Padi dan Etos Kerja Petani Perempuan dari Suku Melayu Sambas

Syamsul Kurniawan, Bayu Suratman

Abstract


Petani perempuan dari suku Melayu Sambas mempunyai etos kerja tinggi. Di antaranya, bisa dilihat dari etos kerja mereka saat bertani padi. Secara ekonomis, etos mereka yang tinggi berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Terbukti, Kabupaten Sambas menjadi lumbung padi Kalimantan Barat pada saat ini. Peran petani perempuan Melayu Sambas ini tidak terbantahkan ikut andil dalam menjadikan Sambas sebagai lumbung padi di Kalimantan Barat. Fokus tulisan ini adalah tentang bertani padi dan etos kerja petani perempuan Melayu Sambas. Tulisan ini bersumber dari sebuah penelitian kualitatif, dengan pendekatan sosiologis yang data-datanya diperoleh dari pengamatan dan wawancara mendalam di lokasi penelitian.

Keywords


Petani Perempuan Melayu Sambas; Bertani Padi; Etos Kerja

Full Text:

PDF

References


Amirah Ambarwati. (2009). Tenaga Kerja Wanita Perspektif Islam. Muwazah, 1(2).

Aprijon Efendi. (2013). Eksistensi Wanita dalam Perspektif Islam. Muwazah, 5(2).

Badan Pusat Statistik Kabupaten Sambas. (2018). Publikasi Statistik. Retrieved from https://sambaskab.bps.go.id/

Beauvoir, S. de, Borde, C., Malovany-Chevallier, S., & Thurman, J. (2011). The second sex. New York: Vintage.

Departemen Agama RI. (2010). Al-Qur’an dan terjemahan. Bandung: Diponegoro.

Durkheim, E., & Lukes, S. (1982). The rules of sociological method (1st American ed). New York: Free Press.

Engineer, A. A., Nuryatno, A., Ridwan, N. K., & Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKIS) (Yogyakarta). (2003). Pembebasan perempuan. Yogyakarta: Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKIS).

Fah. (2018, Pebruari). Luas Sawah di Sambas Potensi Hasilkan 169.465 Ton Padi. Pontianak Post.

Hamdan Darsani. (2016, September 19). Hairiah: Sambas Merupakan Lumbung Beras Kalbar. Tribun Pontianak.

Hasbullah. (2011). BUDAYA KERJA KAUM PEREMPUAN MELAYU (Studi Terhadap Perempuan Pengrajin Songket di Bukit Batu Kabupaten Bengkalis). Kutubkhanah, 4(1), 14–32.

Hermansyah. (2015). Islam dan Melayu di Borneo. Pontianak: IAIN Pontianak Press.

Hutcheon, P. D. (1999). Building character and culture. Westport, Conn: Praeger.

Jansen Sinamo. (2005). Delapan Etos Kerja Profesional: Navigator Anda Menuju Sukses. Bogor: Grafika Mardi Yuana.

Juwita Anggraini. (2017). Konstruksi Perempuan dalam Budaya Melayu: Studi Terhadap Perempuan Pengusaha UKM di Kota Palembang; Pendekatan Ekonomi dan Agama. An-Nisa’ Jurnal Kajian Gender Dan Anak, 12(2), 199–214.

Kaelany HD. (2005). Islam & Aspek-Aspek Kemasyarakatan. Jakarta: Bumi Aksara.

Mufidah Ch. (2009). Bingkai Sosial Gender Islam, Strukturasi, & Konstruksi Sosial. Malang: UIN Maliki Press.

Peta Kabupaten Sambas Kalimantan Barat. (2018). Retrieved from https://www.google.com/maps/place/Kabupaten+Sambas,+Kalimantan+Barat/@1.4876623,108.7686435,9z/data=!3m1!4b1!4m5!3m4!1s0x31e4c6f5a0740299:0x6c63ef7cfcd2b27c!8m2!3d1.3625191!4d109.2831531

Pudjiwati Sajogyo. (1983). Peranan Wanita dalam Perkembangan Masyarakat Desa. Jakarta: Rajawali.

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (Ed.). (1988). Kamus besar bahasa Indonesia (Edisi 1). Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Republik Indonesia.

Seyyed Hossein Nasr. (1994). Islam Tradisi di Tengah Kancah Dunia Modern. Bandung: Pustaka.

Srijanti, dkk. (2007). Etika Membangun Masyarakat Islam Modern. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Syarifuddin Jurdi. (2008). Sosiologi Islam Elaborasi Pemikiran Sosial Ibn Khaldun. Yogyakarta: Sukses Offset.


Article Metrics

Abstract view : 40 times
PDF - 18 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Site Stats Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.