DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR
Abstract
[Masa remaja dikenal dengan masa pencarian identitas diri. Seiring dengan perkembangannya, maka mulai muncul keinginan untuk bergaul dan mengenal orang lain lebih intensif. Banyak pula pada fase pencarian identitas diri ini, para remaja mengalami krisis identitas diri dikarenakan kegagalan mengenali jati dirinya.Demi pencarian identitas diri, maka remaja sangat sensitif terhadap pergaulan apalagi dengan teman sebaya. Teman sebaya adalah manusia yang memiliki tingkat usia yang sama, perbuatan atau tingkah laku yang sama dan cenderung memiliki kebiasaan yang sama. Tentunya hal yang sangat urgen diharapkan dari teman sebaya adalah mereka dapat saling membantu dan saling mempengaruhi serta mendahsyatkan diri masing-masing untuk memiliki motivasi yang kuat dalam belajar. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan motivasi belajar adalah pergaulan teman sebaya (peer-group), Islam memandang bahwa barometer terhadap teman sebaya merupakan suatu kesadaran manusia untuk memilih dan memiliki teman yang baik yang dapat memperkuat keistiqamahannya terhadap agamanya, membawa maslahat dan manfaat serta menuntun ia kearah yang positif yaitu mencintai dan berijtihad dalam menuntut ilmu. Dalam pembahasan ini, teman sebaya yang dimaksud adalah para siswa yang mengenyam pendidikan di tingkat SLTP].
Keywords: Peer Group, Learning Motivation.
Full Text:
PDFReferences
Ahmadi, Abu & Supriyono,Widodo.(1991). Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Alfian, I. N. & Suminar (2003).Perbedaan tingkat kebermakanaan hidup remaja akhir pada berbagai status identitas ego dengan jenis kelamin sebagai kovariabel. Dalam Jurnal Perkembangan : Insan media, 5, 2,87-109.
Baihaqie, A.N. (2011). Peranan peer group terhadap aktivitas belajar siswa kelas 5 dalam pelajaran PKN di SDN 5 Praya.Artikel Pendidikan, hlm.37-43.
Cairns, R.B, & Neckerman. (1988). Social network and aggressive behavior : peer support or peer rejection?. DevelopmentalPsychology Journal, 24, 6, 815-823.
Hartinah, S. (2009).Konsep dasar bimbingan kelompok. Bandung: PT Refika Aditama.
Lailatur Rohmah. 2012. Pengaruh Dukungan Teman Sebaya dan MinaT Belajar Terhadap Prestasi Belajar Ilmu Nahwu Pada Santri Madrasah Salafiyah III Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek “Q” Krapyak Yogyakarta. Yogyakarta:Skripsi Prodi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, UINSunan Kalijaga.
Ryan, A. M. yang berjudul. 2001. The peer group as a context for the development of young adolescent motivation and achievement. Child Development. Volume 72, Number 4, Pages 1135-1150.
Slameto.(2003). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Bumi Aksara.
Syah, M. (2004).Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.
Santosa, S. (2009).Dinamika kelompok. Jakarta: Bumi Aksara.
Slameto.(2010). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya.Jakarta: Rineka Cipta.
Sarlito W. Sarwono. 2006. Psikologi Remaja. Jakarta: PT RajaGrafi ndo Persada.
Santrock, John W,. 2007. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Kencana
Santrock, John W,. 2007. Adolescence (perkembangan remaja) terj. Jakarta: Erlangga
Winkel, W.S. (1983). Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: PT. Gramedia.
DOI: https://doi.org/10.24260/al-hikmah.v12i2.1135
DOI (PDF): https://doi.org/10.24260/al-hikmah.v12i2.1135.g680
Article Metrics
Abstract view : 1857 timesPDF - 9700 times
Article Metrics
Abstract view : 1857 timesPDF - 9700 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2019 Al-Hikmah
License URL: http://jurnaliainpontianak.or.id/index.php/alhikmah
Al-Hikmah by http://jurnaliainpontianak.or.id/index.php/alhikmah is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.