MANAJEMEN DAKWAH HALAQAH DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BORNEO MELALUI KHATULISTIWA BERBAGI

Patmawati Patmawati

Abstract


Dakwah Management of the Halaqah Khatulistiwa Berbagi is a dakwah activity in a systematic and coordinative manner that starts from planning, organizing, implementing, monitoring and evaluating da'wah activities. Khatulistiwa Berbagi activities are engaged in the field of education by establishing an informal Equator Sharing school. The research method used is qualitative research. Data collected through literature and field studies through observation, participant observation, and interviews. Analysis of the data used an interpretive approach. The focus of this study is how do the Dakwah Management of the Halaqah Khatulistiwa Berbagi? How does the Dakwah Halaqah of Khatulistiwa Berbagi share? Who are the Khatulistiwa Berbagi’s partners? The results of the study illustrate that the management of the Halaqah Da'wah Khatulistiwa Berbagi has applied modern management as seen from the placement of Human Resources in accordance with their respective expertise there has been a clear division of tasks among the administrators and teachers. Da'wah is done by grouping students according to their level of education. Dakwah Khatulistiwa Berbagi’s partners are Munzalan Mubarakan, IAIN Pontianak, STAN, and Pontianak City Health Office.

[Manajemen dakwah halaqah Khatulistiwa Berbagi adalah suatu kegiatan dakwah yang dilaksanakan oleh Khatulistiwa Berbagi secara sistematis dan koordinatif yang dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan dakwah. Kegiatan dakwah Khatulistiwa Berbagi bergerak dalam bidang pendidikan dengan mendirikan sekolah informal Khatulistiwa Berbagi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data melalui studi pustaka dan lapangan melalui pengamatan, observasi partisipan, dan wawancara. Analisa yang digunakan dengan pendekatan interpretif. Adapun fokus dalam penelitian ini adalah bagaimanakah manajemen dakwah halaqah Khatulistiwa Berbagi? Bagaimanakah dakwah halaqah Khatulistiwa berbagi? Siapa sajakah mitra dakwah Khatulistiwa Berbagi? Hasil penelitian menggambarkan bahwa manajemen dakwah halaqah Khatulistiwa Berbagi sudah menerapkan manajemen modern yang terlihat dari penempatan SDM sesuai dengan keahlian masing-masing, sudah ada pembagian tugas yang jelas di antara pengurus dan guru-guru. Dakwah halaqah dilakukan dengan cara mengelompokkan peserta didik sesuai dengan tingkat pendidikan. Mitra dakwah Khatulistiwa Berbagi adalah Munzalan Mubarakan, IAIN Pontianak, STAN, dan Dinas Kesehatan Kota Pontianak].

Kata Kunci: Manajemen Dakwah, halaqah, Khatulistiwa Berbagi

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Alvin Toffler. (1989). Kejutan Masa Depan, Jakarta: Pantja Simpati

Deddy Mulyana. (2008). Metodologi Penelitian Kualitatif Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya, Bandung: Remaja Rosdakarya

Harjani Hefni (2014). Komunikasi Islam, Pontianak: IAIN Pontianak Press

Jauhar Fuad dkk. (2014). “Pemberdayaan Anak Jalanan Berbasis Musala di Kabupaten Ngadirejo Kota Kediri, dalam Kompilasi Hasil Penelitian Aksi Partisipatoris, Zidal Huda (penyusun), Jakarta: Direktorat Perguruan Tinggi Islam, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dan Kementerian Agama RI

Laporan tugas mata kuliah Manajemen Dakwah jurusan Bimbingan Konseling Islam semester IV tahun 2015.

Muh. Ishaq Samad. (2013). “Manajemen Dakwah Jejaring Dalam Pemberdayaan Masyarakat: Studi Manajemen Networking Learning Assistance Program For Islamic School (LAPIS)”, dalam Jurnal Diskursus Islam, vol. 1, no. 1, April, Program Pascasarjana UIN Alauddin Makassar.

Muhammad Munir dan Wahyu Ilaihi. (2009). Manajemen Dakwah, Jakarta: Rahmat Semesta

Muhammad Rahmat Effendi. (2017). “Model Konservasi Hutan Berbasis Agama Pada Masyarakat Adat Kampung Dukuh-Garut-Jawa Barat”, Makalah.

Musyrifah Sunanto. (2007). Sejarah Islam Klasik Perkembangan Ilmu Pengetahuan Islam, Jakarta: Kencana.

Nasruddin Anshoriy dan Sudarsono. (2008). Kearifan Lingkungan Dalam Perspektif Budaya Jawa, Jakarta: Obor.

Patmawati. (2014). “Sejarah Dakwah Rasulullah di Mekah dan Madinah” dalam jurnal Al-Hikmah, Vol. VIII Edisi 2

-------------- dkk., (2017). “Penggunaan Wasilah Dakwah Terhadap Anak-anak Pemulung Waduk Permai”, dalam jurnal Al-Hikmah, Vol. XI Edisi 2.

------------- dan Besse Wahida. (2018). Konsep Ketauhidan Dalam Naskah Lontara Attorioloang ri Wajo, Pontianak: IAIN Pontianak Press.

RB. Khatib Pahlawan Kayo. (2007). Manajemen Dakwah Dari Dakwah Konvensional Menuju Dakwah Profesional, Jakarta: Amzah.

Samsul Munir Amin. (2009). Ilmu Dakwah, Jakarta: Amzah.

Santa Rusmalita. (2017). “Internalisasi Nilai-nilai Dakwah Pada Anak Usia Dini di Taman Kanak Islam Terpadu (TKIT) Alkarimah”, dalam jurnal Al-Hikmah, Vol. XI Edisi 2, Desember.

Soiman. (2017). “Dakwah Islam Untuk Masyarakat Marjinal Perkotaan” dalam Prosiding Seminar Nasional Manajemen Dakwah IAIN Pontianak dengan tema Revitalisasi Dakwah Pinggiran: Penguatan Profesionalitas Dai Infrastruktur Dakwah, Pontianak: IAIN Pontianak Press.

Yapandi dkk., (2017). Nilai-nilai Multikultural Pada Anak Usia Dini (Pemberdayaan Guru Taman Kanak-kanak di Kota Pontianak), Pontianak: IAIN Pontianak Press

Zuly Qodir. (2015). “Kontestasi Penyiaran Agama di Ruang Publik: Relasi Kristen dan Islam di Kota Jayapura”, dalam jurnal Harmoni Vol.14 no. 1 Januari-April.




DOI: https://doi.org/10.24260/al-hikmah.v13i1.1337

Article Metrics

Abstract view : 121 times
PDF - 108 times

Article Metrics

Abstract view : 121 times
PDF - 108 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Al-Hikmah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
Al-Hikmah by http://jurnaliainpontianak.or.id/index.php/alhikmah is licensed under a
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.