HUMANISME GUS DUR: PERGUMULAN ISLAM DAN KEMANUSIAAN, SEBAGAI JAWABAN DEHUMANISASI DI ERA DISRUPSI

Wahyudi Fatah

Abstract


This paper will explore about Gur Dur's thoughts of humanism.It has become important as an offer of dehumation that is increasingly prevalent in this era. Starting from the aspect of education, socio-humanitarian, culture, and the power of the capitalist bureaucracy, Gus Dur's humanism is not a secular western hunterism born of a critique of religious hegemony, but a birth of Islamic upbringing. The construction of Gus Dur's thought was built on three values that support and complement each other, namely Islamic universalism, Islamic cosmopolitanism, and the indigenization of Islam. This paper is a library research. By reading Gus Dur's Humanism, we will find the confidence of a Muslim who understands the task of humanity as a divine god.

Tulisan ini akan mengupas, menggali, dan mengekplorasi pemikiran Gur Dur pada sisi humanism.Pemikiran Presiden ke-4 RI ini menjadi penting sebagai tawaran dehumasinasi yang kian marak di era sekarang ini. Mulai dari aspek pendidikan yang mulai direduksi, sosial budaya yang nir-kemanusiaan, dan berkuasanya birokrasi kapitalis.Humanisme Gus Dur bukanlah hunamisme barat sekular yang lahir dari kritik atas hegemoni agama, melainkan lahir dari pemuliaan islam atas manusia. Kontruksi pemikiran Gus Dur dibangun berdasarkan tiga nilai yang saling menopang dan melengkapi, yaitu universalisme islam, kosmopolitanisme islam, dan pribumisasi islam. Tulisan ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Dengan membaca Humanisme Gus Dur, kita akan menemukan keyakinan seorang muslim yang memahami tugas kemanusian sebagai tuhan ketuhanan.

Keywords


Humanisme Gur Dur, Dehumanisasi, Islam dan Kemanusiaan

Full Text:

PDF

References


Arif, Syaiful. 2009. Gus Dur dan Ilmu Sosial Tranformatif, Sebuah Biografi Intelektual. Depok: Koekoesan.

Wahid, Abdul. 2018. Karena Aku Manusia, Sayangi Manusia: Mewarisi Perjuangan Kemanusi-aan Gus Dur Dan Gus Mus. Yogyakarta: DIVA Press

Aristoteles. 2004. Nicomachean Ethick, Sebuah Kitab Suci Etika. Embon Kenyowati. Jakarta: Teraju.

Wahid, Abdurrahman. 1979.”Development By Developing Ourselves,” Makalah Seminar The Study Day on Asean Development Process and Their Effect and People, Penang Malaysia 22-25 November 1979.

Wahid, Abdurrahman. 1988. Univer-salisme Islam dan Kosmopolita-nisme Peradaban Islam. Pelita.

Wahid, Abdurrahman. 2001. Pergulatan Negara, Agama, dan Kebudayaan. Depok: Desantara.

Wahid, Abdurrahman. 2000. Prisma Pemikiran Gus Dur. Yogyakarta: LKiS.

Wahid, Abdurrahman. 1988. Paradigma Pengembangan Masyarakat Melalui Pesantren. Jurnal Pesantren, Vol. V No. 3.

Wahid, Abdurrahman. tt. Menggerakkan Tradisi, Esai-Esai Pesantren. Yogyakarta. LKiS.

Wahid, Abdurrahman.1991. Universalisme Dan Kosmopolitanisme Peradaban Islam. Arifin junaidi.

Wahid, Abdurrahman. Imam Khalil Al-farahidy dan Humanisme Dalam Islam. Sumber tak terlacak, Jakarta 10 Agustus 1987.

Wahid, Abdurrahman. Fiqh dan Sosial Kita. Kompas

Wahid, Abdurrahman. Demokrasi, Sebuah Pertanggung Jawaban. Makalah Ketua Paksa Forum Demokrasi, 1992.

Wahid, Abdurrahman. 1999. Mengurai Hubungan Agama Dan Negara. Kacung Majidan, Ma’mun Murad. Jakarta: Grasindo.

Wahid, Abdurrahman. 1984. Asal-Usul Tradisi Keilmuan Pesantren. Jurnal Pesantren, Edisi Oktober-November.

M. Sitompul. 1989. NU dan Pancasila. Jakarta: Sinar Harapan.

Wahid, Abdurrahman. 1999. Tuhan Tidak Perlu di Bela. Yogyakarta: LKiS.

Wahid, Abdurrahman. Pancasila Dan Kondisi Objektif Beragama. Kompas.

Wahid, Abdurrahman. Demokrasi, Agama dan Perilaku Politik Bangsa. Makalah Seminar IMM Komisariat FISIP Universitas Muhammadiyah Malang, 27 Oktober 1993.

Evans, don. 1999. Humanisme and Religion. Dalam Don Evans Humanism, Historical and Contemporary Perpective, Washington D.C: Washington area secular humanist.

Ramage, Douglas E. 1997. Pemahaman Abdurrahman Wahid Tentang Pancasila dan Penerapannya. Yogyakarta: LKis.

Hardiman, F. 2019. Budi Demokrasi Deliberative of Communicative Action, Lifeword And System: A Critique of Fungsionalist Reason. Boston: beaosn press.

Kusumohamidjojo, Budiono. 2009. Filsafat Kebudayaan, Proses Realisasi Manusia. Yogyakarta: Jalasutra.

Yahya, Iip D. 2004. Seri Pejuang Kemanusiaan, Gus Dur, Berbeda Itu Asyik. Yogyakarta: Kanisius.




DOI: https://doi.org/10.24260/jhjd.v14i1.1780

Article Metrics

Abstract view : 94 times
PDF - 34 times

Article Metrics

Abstract view : 94 times
PDF - 34 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
Al-Hikmah by http://jurnaliainpontianak.or.id/index.php/alhikmah is licensed under a
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.