Metodologi Fatwa Majelis Ulama Indonesia

Al Fakhri Zakirman

Abstract


Majelis Ulama Indonesia (MUI) adalah organisasi keagamaan yang bersifat independen dan aspiratif. Dalam khittah pengabdiannya salah satu peran MUI adalah pemberi fatwa (al-iftâ’). Fatwa adalah penjelasan tentang hukum Islam yang ditanyakan oleh mustafti (peminta fatwa). Dalam menghasilkan sebuah fatwa, MUI menggunakan metodologi yang ditempuh oleh jumhur (mayoritas) ulama. Menjadikan al-Quran, sunnah, ijma’ dan qiyas sebagai dalil. Menjadikan pendapat mazhab (Abu Hanifah, Malik, Al-Syâfi’i dan Ahmad) sebagai patokan utama. Melakukan tarjih (memilih salah satu pendapat yang paling kuat) jika pada masalah tersebut ada beberapa pendapat. Apabila masalah yang dibahas belum pernah dibahas oleh ulama sebelumnya, maka MUI menggunakan metode takhrij (menganalogikan masalah yang belum dibahas dengan yang sudah pernah dibahas ulama klasik). Jika tidak memungkinkan takhrij, MUI melakukan ijtihad kolektif. Dalam pengambilan sebuah hukum MUI sangat mempertimbangkan aspek kekuatan dalil dan aspek kemaslahatan bagi umat.


Full Text:

PDF

References


Al-Aâmidi, Saif al-Din Ali bin Ali bin Muhammad bin Sâlim. Al-Ihkâm fi Ushul al-Ahkâm (Kairo: Maktabah Shubaih, 1387 H).

Al-‘Abbâdi, Syihâb al-Din Ahmad bin Qâsim. Al-Ayât al-Bayyinât ala Syarh Jam’I al-Jawâmi’ (Kairo: Al-Mathba’ah al-Kubra, 1356 H).

Al-Asfahâni, Abu al-Qâsim al-Husain bin Muhammad. Al-Mufradât fi Gharib al-Qurân (Damaskus: Dâr al-Qalam, 1412).

Al-Bahsain, Ya’qub bin Abdul Wahab. Al-Takhrij ‘inda al-Fuqaha’ wa al-Ushuliyyin, Dirâsah Nazhariah Tathbiqiyyah Ta’shiliyyah (Riyadh: Maktabah al-Rusyd, 1414 H).

Al-Ghazâli, Muhammad bin Muhammad. Al-Mustashfâ (Beirut: Dâr al-kutub al-‘ilmiyyah, 1993).

Al-Hifnâwi, Muhammad Ibrahim Muhammad. Al-Ta’ârudh Wa al-Tarjih ‘inda al-Ushuliyyin Wa Atsaruhumâ fi al-Fiqh al-Islâmiy (Mansura: Dâr al-Wafâ li al-Thibâ’ah wa al-Nasyr wa al-Tauzi’, 1987).

Al-Isnawi, Abdul Rahim bin al-Hasan bin Ali. Nihâyatu al-Sul Syarh Minhâj al-Wushul (Beirut: Dâr al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1999).

Al-Maliki, Muhammad bin Ali bin Husain. Dhawâbith al-Fatwâ (Iskandariah: Dâr al-Furqân, 1998).

Al-Minyawi, Abu al-Mundzir Mahmud bin Muhammad bin Mustafa. Al-Syarh al-Kabir li Mukhtashar al-Ushul (Kairo: Al-Maktabah al-Syamilah, 2011).

Al-Qaradawi, Yusuf. Al-Fatwâ Baina al-Indhibath wa al-Tasayyub (Kairo: Dâr al-Shahwah li al-Nasyr, 1988).

Al-Qarâfi, Syihab al-Din Ahmad bin Idris. Al-Dzakhiirah (Beirut: Dar al-Gharb al-Islamiy, 1994)

Al-Razi, Fakhru al-Din Muhammad bin Umar al-Husain. Al-Mahshul fi ilmi al-Ushul. (Riyadh: Jâmi’ah al-Imâm Muhammad bin Saud, 1400 H).

Al-Syâfi’i, Muhammad bin Idris. Al-Risâlah (Beirut: Dâar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1940)

Al-Syaukani, Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Abdullah. Irsyâd al-Fuhul ila tahqiq al-Haq min ‘ilm al-Ushul (Kairo: Dâr al-Kitab al-‘Arabi, 1999).

Al-Syâthibi, Abu Ishâq Ibrahim bin Musâ bin Muhammad. Al-Muwâfaqât (Riyadh: Dâr Ibn al-Qayyim, 2003).

Al-Syirazi, Abu Ishâq bin Ibrahim bin Ali. Al-Luma’ fi Ushul al-Fiqh (Damaskus: Dâr al-Kalim al-Thayyib, 1995).

Azra, Azumardi. Menuju Masyarakat Madani: Gagasan, Fakta dan Tanggapan (Bandung: Rosdakarya, 2000).

Ibn Hamdan, Ahmad. Shifat al-Mufti wa al-Mustafti (Beirut: al-Maktab al-Islâmiy, 1397H).

Ibrahim, Muhammad Yusri. Al-Fatwâ, Ahammiyatuhâ, Dhawâbithuhâ, Aâtsaruhâ. (Kairo: Dâr al-Yusr, 2007).

Ibn Khaldun, Abdul Rahman bin Muhammad. Al-Muqaddimah Tarikh al-‘Allâmah Ibn Khaldun (Madinah: Dâr al-Madinah al-Munawwarah, 1984).

Ibn Manzhur, Muhammad bin Makram bin Ali. Lisân al’Arab (Beirut: Dâr al-Shâdir, 1414 H).

Ibn Qayyim, Muhammad bin Abu Bakar Ayyub. I’lâm al-Muwaqqi’in ‘an Rabbi al-‘Alamin (Beirut: Dâr al-Jail, 1973)

Ibn Taimiyah, Ahmad bin Abdul Halim, Majmu’ al-Fatâwâ (Riyadh: Al-Riâsah al-Ammah li al-Iftâ’, 1407 H).

Ibn Taimiyah, Abu al-Barakât Abdu al-Salâm. Al-Musawwadah fi Ushul al-Fiqh (Riyadh: Dâr al-Fadhilah, 2001).

Madkuur, Muhammad Salâm. Ushul al-Fiqh al-Islâmiy (Kairo: Dâr al-Nahdhah al-‘Arabiyah, 1395 H).

Mudzhar, Muhammad Atho, Fatwa-Fatwa Majelis Ulama Indonesia; Sebuah Studi Tentang Pemikiran Hukum Islam di Indonesia 1975-1988 (Jakarta: INIS, 1993).

Zein, Satria Effendi M. Problematika Hukum Keluarga Islam Kontemporer: Analisis Yurisprudensi dengan Pendekatan Ushuliyah (Jakarta: Prenada Media, 2005).

Tahun Majelis Ulama Indonesia (Jakarta: Sekretariat MUI, 1995).

Firmansyah, Teguh. Republika News, 09 November 2016 “MUI: Pendapat dan Sikap Keagamaan Soal Ahok Lebih Tinggi dari Fatwa” dalam (http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/16/11/09/ogcwxx377-mui-pendapat-dan-sikap-keagamaan-soal-ahok-lebih-tinggi-dari-fatwa), diakses pada tanggal 20 Januari 2017.

http://mui.or.id/index.php/category/produk-mui/ diakses pada tanggal 20 Januari 2017.

Hamdani, Muhammad Ibrahim. DMI berita, 26 Agustus 2015 “Pola Hubungan MUI-Pemerintah Bersifat Simbiosis Mutualisme” dalam (http://dmi.or.id/pola-hubungan-mui-pemerintah-bersifat-simbiosis-mutualisme/) diakses pada tanggal 19 Januari 2017.

“Kriteria Maslahat” dalam (http://mui.or.id/wp-content/ uploads/2014/11/40.-Kriteria-Maslahat.pdf) diakses pada tanggal 23 Januari 2017.

“Pedoman Penetapan Fatwa Majelis Ulama Indonesia” dalam (https://jacksite.files.wordpress.com/2007/08/pedoman-penetapan-fatwa-majelis-ulama-indonesia.pdf) diakses pada tanggal 19 Januari 2017.




DOI: https://doi.org/10.24260/al-hikmah.v10i2.615

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Al-Hikmah

License URL: http://jurnaliainpontianak.or.id/index.php/alhikmah

Creative Commons License
Al-Hikmah by http://jurnaliainpontianak.or.id/index.php/alhikmah is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.