RELASI ANTARA SCIENCE DENGAN AGAMA

Baharuddin .

Abstract


Relasi antara science dengan agama dewasa ini harus disesuaikan serta disejajarkan karena kehidupan sosial menjadikan dirinya memiliki kemampuan mengaplikasikan apa harus dilakukan dalam setiap aspek kehidupan. Sains dan agama ditafsirkan sebagai dua bahasa yang tidak saling berkaitan karena fungsi masing-masing berbeda. Bahasa agam adalah seperangkat pedoman yang menawarkan jalan hidup yang berprinsip pada moral tertentu, sedang-kan sains dianggap sebagai serangkaian konsep untuk memprediksi dan mengontrol alam.Agama dan Sains tidak selamanya berada dalam pertentangan dan ketidaksesuaian. Banyak kalangan yang berusaha mencari hubungan antara keduanya. Sekelompok orang berpendapat agama tidak mengarahkan pada jalan yang dikehendakinya dan agama juga tidak memaksakan sains untuk tunduk pada kehendaknya. Kelompok lain berpandapat bahwa sains dan agama tidak akan pernah dapat ditemukan, keduanya adalah entitas yang berbeda dan berdiri sendiri, memiliki wilayah yang terpisah baik dari segi objek formal-material, metode penelitian, kriteria kebenaran, serta peran yang dimainkan.

Full Text:

PDF

References


Baharuddin. 2009. ”Pendidikan Kependudukan Lingkungan Hidup”. Pontianak: STAIN Pontianak Press

Baharuddin. 2013. Asimilasi Sosial Muallaf Tionghoa Kota PontianakPerspekti Kondisi, Proses dan Hambatan. Pontianak: STAIN Pontianak Press.

Baharuddin. (2013). Matahari Sosiologi. Pontianak: STAIN Pontianak Press.

Baharuddin. (2013). Perubahan Sosial Budaya. Pontianak: STAIN Pontianak Press.

Baharuddin. (2013). Pendidikan Kemasyarakatan. Pontianak: STAIN Pontianak Press.

Departemen Pendidikan Nasional. (2003). Kamus besar Bahasa Indonesia. Edisi 3. Jakarta: Balai Pustaka.

Depdiknas. (2003). Kamus besar bahasa indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Eggi Sudjana. (2008). Islam Fungsional. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Endang Syaifuddin Anshari. (1987). Ilmu Filsafat dan Agama. Surabaya: PT. Bina Ilmu.

F. Budi Hardiman. 2010.Ruang Publik. Yogyakarta: Kanisius.

Husain Heriyanto. (2003). Paradigma Holistik Dialog Filsafat, Sains dan Kehidupan Menurut Shadra dan White-head. Jakarta Selatan: Teraju.

H.Mohammad Daud Ali. (1998). Pendidikan Agama Islam. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

IanGunawan Barbour. (2006). Isu dalam Sains danAgama. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga.

Kuntowijoyo. (1998). Paradigma Islam Interpretasi untuk Aksi. Bandung: Mizan.

Lorens Bagus. (2002). Kamus Filsafat.Ed. I.Cet.III. Jakar-ta: Gramedia.

Osman Bakar.(1994). Tauhid & Sains: Essai-essai tentang sejarah dan Filsafat Islam Sain., Bandung: Pustaka Hidayah.

Poedja Wijatna. (2004). Tahu dan Pengetahuan. Jakarta: Rineka Cipta.

Ridwan Effendi. (2006). Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Ja-karta: Kencana Prenada Media Group.

Sedarmayanti. (2002). Sumber Daya Manusia dan Produk-tivitas Kerja. Bandung: Mandar Maju.




DOI: https://doi.org/10.24260/al-hikmah.v8i2.81

DOI (PDF): https://doi.org/10.24260/al-hikmah.v8i2.81.g75

Article Metrics

Abstract view : 200 times
PDF - 3103 times

Article Metrics

Abstract view : 200 times
PDF - 3103 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2015 Al-Hikmah

License URL: http://jurnaliainpontianak.or.id/index.php/alhikmah

Creative Commons License
Al-Hikmah by http://jurnaliainpontianak.or.id/index.php/alhikmah is licensed under a
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.