Kritik Albert Borgmann dalam Informasi tentang Realitas Versus Informasi untuk Realitas (Suatu Pendekatan Filsafat dan Proses Penulisan Hadis)

Andri Lolo

Abstract


Era digital ditandai dengan percepatan dalam segala hal, tak luput di dalamnya berkaitan tentang transfer informasi. Jarak dan waktu bukan lagi menjadi halangan dalam proses penyampaian informasi. Secara tidak langsung dalam dekade ini, struktur dan pandangan masyarakat mulai berubah dikarenakan berita yang sering simpang siur kebenarannya. Istilah baru pun bermunculan seperti hoax dan viral. Oleh karena itu, filsafat harus ikut serta bertanggung jawab dalam memecahkan persoalan-persoalan ini, sebagaimana filsafat pula yang membentuk awal dari proses kemajuan manusia hingga kini.

Dalam tulisan ini, berusaha memahami perkembangan dan percepatan informasi yang ada, menggunakan “kaca mata” seorang tokoh Albert Brogmann dalam tulisannya Information and Reality at the Turn of the Century. Kemudian dianalisis menggunakan pendekatan ontologis maupun epistemologis serta dikaitkan dengan proses penulisan hadis. Sehingga mencoba kembali memahami dasar proses informasi yang seharusnya kembali dijadikan pedoman dalam penyampaiannya.

Proses penulisan hadis yang ada dalam dunia ke-Islam-an, patutnya menjadi rujukan—minimal—kita dapat mengambil ruh dan semangatnya untuk mendekati kebenaran yang sejatinya. Sehingga informasi-informasi yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari dapat dipertanggung jawabkan, baik secara valid maupun sisi manfaat dan tujuannya. Menghindari dari kesalahpahaman dalam memaknai informasi yang beredar. Sebab, terbentuknya pengetahuan yang dimiliki manusia berasalkan dari sebuah informasi yang valid dan teruji.


Full Text:

PDF

References


Adelbert Snijders, Manusia dan Kebenaran, (Yogyakarta: Kanisius), 2006

Albert Borgmann, Information and Reality at the Turn of the Century, (Amerika: Philosophy Faculty Publications), 1995

Albert Borgmann, Information and Reality at the Turn of the Century, (Amerika: Philosophy Faculty Publications), 1995

Firdaus Achmad, Manusia: Aku Bereksistensi, (Pontianak: IAIN Pontianak Press), 2016

J.W.M. Bakker. SJ. Filsafat Kebudayaan, (Yogyakarta: Kanisius), 2005

Jean Baudrilliard, Simulations, (New York: Semiotext (e)), 1983

Jeff Zaleski, Spirirtualistas Cyberspace, (Bandung: Mizan), 1999

Jiddu Krihnamurti, “Mencari Kebenaran”, dalam majalah Mawas Diri 1983

Mark Slouka, Ruang Yang Hilang: Pandangan Humanis Tentang Budaya Cyberspace Yang Merisaukan, diterjemahkan Zulfahmi Andri, (Bandung: Mizan), 1999

Mark Slouka, War of the worlds: The assault on reality, (Abacus), 1995

Nicholas Negroponte, Being Digital, terjemah Ahmad Baiquni, (Bandung: Mizan), 1998

Russell, Bertrand. Persoalan-Persoalan Seputar Filsafat, Ahmad Asnawi (terj.), (Jakarta: Ikon Teralitera), 2002

Solahudin, M. Agus dan Suryadi, Agus, Ulumul Hadis, (Bandung: Pustaka Setia), 2015

Toety Heraty Noerhadi, Aku Dalam Budaya, (Jakarta: Pustaka Jaya), 1984

Utang Ranu Wijaya, Ilmu Hadis, (Jakarta: Gaya Media Pratama), 2016

Yasraf Amir Piliang, Transpolitika: Dinamika Politik di Dalam Era Virtualitas, (Yogyakarta: Jalasutra), 2005




DOI: https://doi.org/10.24260/al-hikmah.v11i1.819

DOI (PDF): https://doi.org/10.24260/al-hikmah.v11i1.819.g428

Article Metrics

Abstract view : 198 times
PDF - 206 times

Article Metrics

Abstract view : 198 times
PDF - 206 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Al-Hikmah

License URL: http://jurnaliainpontianak.or.id/index.php/alhikmah

Creative Commons License
Al-Hikmah by http://jurnaliainpontianak.or.id/index.php/alhikmah is licensed under a
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.