POLA KERUKUNAN MELAYU DAN TIONGHOA DI KOTA SINGKAWANG

Amalia Irfani

Abstract


This paper briefly describes how the pattern of harmony between Malay and Chinese communities in Singkawang City, two major ethnicities and became political authorities alternately in the city; through sociological communication studies. The result of the study it was found that the harmony of the people in Singkawang City can be categorized as dynamic and harmonious. Tolerance is so high applied in the life of society and politics by the people. In terms of social relations, there are no significant differences between these two ethnicities, almost the same can be said to be no difference at all, there is no element of legal discrimination for every ethnic group in here. Constraints that arise in their social life are the use of language, as well as the Chinese community which seems more closed and more restricting the association with other ethnic groups.

(Tulisan ini secara singkat memaparkan tentang bagaimana Pola Kerukunan masyarakat Melayu dan Tionghoa di Kota Singkawang, dua etnis besar dan menjadi penguasa politis secara bergantian di Kota tersebut; melalui kajian komunikasi-sosiologis. Hasil kajian sosiologis atas Kerukunan masyarakat di Kota Singkawang dapat dikategorikan dinamis dan harmonis. Toleransi yang begitu tinggi diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat maupun politik oleh masyarakat kota Singkawang. Kemudian, dari sisi hubungan sosial, tidak ada perbedaan yang signifikan antar dua etnis ini, hampir sama bahkan dapat dikatakan tidak ada perbedaan sama sekali, di mana tidak ada unsur diskriminasi hukum bagi setiap etnis di Kota Singkawang. Kendala yang muncul di kehidupan bermasyarakat mereka adalah yaitu pengunaan dalam berbahasa, seperti halnya masyarakat Tionghoa yang nampak lebih tertutup dan lebih membatasi pergaulan dengan etnis lain).

References


Elly M. Setiadi. & Usman Kolip. Pengantar Sosiologi. Bandung : Kencana Prenada Media Grup.

http : //www.singkawang.us

Mulyana, Edi, dan Rakhmat Jalaluddin. Editor. 1996. Komunikasi Antarbudaya, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Mursyid Ali. Pemetaan kerukunan kehidupan beragama di berbagai daerah di Indonesia, Jakarta: Departemen Agama RI, Badan Litbang dan Diklat, Puslitbang Kehidupan Keagamaan, 2009.

Purwasito, Andrik. 2003. Komunikasi Multikultural, Surakarta: Muhammadiyah University Press.

Saputera, Agus. 2008. Kebijakan dan Strategi Kerukunan Umat Beragama di Indonesia. (online) (diakses tanggal 09 September 2016).


Article Metrics

This article has been viewed : 0 times
PDF files viewed : 0 times Full Text: PDF

DOI: 10.24260/al-hikmah.v12i1.906

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Al-Hikmah

License URL: http://jurnaliainpontianak.or.id/index.php/alhikmah