MERETAS PEMBELAJARAN TERINTEGRATIF DI PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM NEGERI (PTKIN)

Arief Adi Purwoko(1Mail),
(1) Institut Agama Islam Negeri Pontianak, Indonesia

Mail Corresponding Author


DOI : https://doi.org/10.24260/jrtie.v3i1.1696

Full Text:    Language : id
Submitted : 2020-04-23
Published : 2020-04-30

Abstract


Ideologi merupakan hal penting dalam kehidupan manusia, sebagai cita-cita sekaligus sistem pemikiran yang mengendalikan perilaku di dalamnya, termasuk dalam diskursus kebangsaan dan kenegaraan. Meskipun demikian, dewasa ini kesadaran terhadapnya justru dipertentangkan dengan berbagai fakta dan peristiwa yang tidak berkaitan dengan nilai. Kenyataan tersebut justru menimbulkan masalah baru bagi masyarakat. Sikap apatis ditunjukkan secara massif oleh kalangan akademisi muda dengan fenomena antusiasme rendah terhadap pembahasannya. Sementara itu, ideologi terus berkembang seiring perkembangan zaman. Teknologi informasi dan komunikasi turut andil dan muncul sebagai etalase menarik. Bahkan dalam penekanan tertentu, radikalisme dan terorisme muncul sebagai hasil transformasi ideologis akibat lemahnya filtrasi terhadap informasi yang beredar secara liar. Dalam upaya deradikalisasi tersebut, artikel ini mengajukan peran Pendidikan Kewarganegaraan khususnya di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dengan model pengembangan pendidikan terintegratif. PTKIN sebagai lembaga pendidikan keagamaan, telah hadir sebagai arena pengembangan ilmu dengan melibatkan Tri Dharma sehingga output dan outcome-nya dapat dimanfaatkan masyarakat secara langsung. Dalam tahap tersebut, Pendidikan Kewarganegaraan sebagai pengemban pendidikan kepribadian, harus mampu menransformasikan ideologi Pancasila sebagai urat nadi kehidupan berbangsa dan bernegara. Dituntut keluwesan di dalamnya, termasuk melibatkan diri secara terpadu dengan disiplin berdasarkan identitas keislaman sebagai karakteristik pengembangan ilmu PTKIN. Keterpaduan tersebut dapat dilakukan secara utuh tanpa mempertentangkan gagasan dasar setiap nilainya dengan cara mengadopsi model pembelajaran terintegratif. Model pembelajaran tersebut akan mendobrak daya kritis peserta didik, sehingga keberdayaannya membentuk kemandirian dalam proses filtrasi terhadap berbagai pengetahuan ideologis yang berkembang pesat dewasa ini.

References


Buku:

Darmodiharjo, Darji et.al. 1991. Santiaji Pancasila, Surabaya: Usaha Nasional.

Departemen Agama Republik Indonesia. 1983. Pedoman Pelaksanaan P-4 Bagi Umat

Islam, Jakarta: Proyek Bimbingan Pelaksanaan P-4 Bagi Umat Beragama.

Freire, Paulo. 2001. Pendidikan yang Membebaskan, Terj.:Martin Eran, Jakarta: Media

Lintas Batas.

------------------. 2011.Pendidikan Kaum Tertindas. Terj.: Tim Redaksi, Jakarta: LP3S.

Hamka. 1951. Keadilan Sosial Dalam Islam, Jakarta: Penerbit Widjaya.

----------. 1951. Urat Tunggang Pantjasila, Jakarta: Pustaka Keluarga.

Haryatmoko. 2004. Etika Politik dan Kekuasaan, Jakarta: Gramedia.

Ismail, H., dan Naipospos, BT., Dari Radikalisme Menuju Terorisme: Studi Relasi dan

Transformasi Organisasi Islam Radikal Di Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, Jakarta: Pustaka Masyarakat Setara.

Kadir, Abd., dan Asrohah, Hanun. 2015, Pembelajaran Tematik. Jakarta: PT.

RajaGrafindo Persada.

Kaelan. 2016. Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi. Yogyakarta:

Paradigma.

Sanjaya, Wina. 2009. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses. Jakarta: Kencana.

Tim Penyusun, Kemenristekdikti. 2016. Pendidikan Pancasila Untuk Perguruan Tinggi.

Jakarta: Direktorat Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan.

Van Peursen, Cornelis A., Fakta, Nilai, Peristiwa: Tentang Hubungan Antara Ilmu

Pengetahuan dan Etika. Jakarta: Gramedia.

Sumber Ilmiah Lain:

Febryan A., 2019. Radikalisme di Medsos, BNPT Petakan 4 Konten Keagamaan. Artikel:

diupload pada tanggal 11 Desember 2019 dan diakses melalui daring https://m.republika.com/amp/q2b4os428 pada 20 April 2020.

Ghifari, Imam., 2017. Radikalisme di Internet. Jurnal: Jurnal Agama dan Lintas Budaya

Vol. I No. 1, Maret 2017, hal. 123-134. Bandung: Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati.

Hendropriyono, Abdullah M., 2009. Terorisme dalam Filsafat Analitika: Relevansinya

dengan Ketahanan Nasional. Disertasi. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Muthmainnah, Laily., Muhaimin, Hendro, dan Widodo, S.Sri., 2016. Integrasi ESD

dalam Pembelajaran dan Penguatan Metodologi Keilmuan Pancasila bagi Guru di Kawasan Bantul Selatan. Jurnal: Indonesian Journal of Community Engagement Vol. 02, No. 01, September 2016, hal. 32-52. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Sudjito, Muhaimin, Hendro., dan Widodo, S. Sri. 2018. Pancasila and Radicalism: Pancasila

Enculturation Strategies as Radical Movements Prevention, Jurnal: Dinamika Hukum, Vol. 18 No. 1, Januari 2018, hal. 69-77. Purwokerto: Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman.

Suwito, Anton. 2017. Sishankamrata Sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Nasional,

Seminar Nasional Keindonesiaan II: Strategi Kebudayaan dan Tantangan Ketahanan Nasional Kontemporer, hal. 138-151. Semarang: FPIPSKR Universitas PGRI.

Pratikno. 2009. Rekonsilidasi Reformasi Indonesia: Kontribusi Studi Politik dan Pemerintahan

Dalam Menopang Demokrasi dan Pemerintahan Efektif, Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada 21 Desember 2009, Yogyakarta: Uninersitas Gadjah Mada.


Article Metrics

 Abstract Views : 37 times
 PDF Downloaded : 44 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.