PELINTIRAN KEBENCIAN (HATE SPIN): Rekayasa Ketersinggungan dan Ujaran Kebencian dengan menggunakan Identitas Agama dan Etnik di Kalimantan Barat

Ismail Ruslan

Abstract


Cases of hate speech in West Kalimantan increased from the previous year, especially in the momentum of the Democratic Party: the election of the Regional Representative Council (DPRD) of the Province, Regency and the City, the Governor and the Regent/Mayor. Actors of hate speech use social media to publish their content. In its development, related to the momentum of the elections, hate speech also uses religious and ethnic issues. At the same time, the use of politics as religion and ethnicity has become an important issue in the battle of regional heads in West Kalimantan, which is repeated every five years. Political events with religious backgrounds in other regions are also encouraging and disturbing vulnerability in the area of West Kalimantan, as is the case with the DKI Jakarta Regional Election which discusses religious and ethnic issues. These two issues have always been a magnet for politicians to gain support for local political rivalry. George (2017) discusses episodes of hostility, hatred and offense between groups in society that oppose natural responses that arise in society. However, this is the result of sophisticated campaigns made by political entrepreneurs for their strategic interests. The strategy of insulting is a double technique in political battles, this is what is called the twist of hatred (hate spinning). Indonesian people (read: West Kalimantan) must learn from several countries that discuss prolonged conflict to date.

Keywords


Pelintiran kebencian; politik identitas; agama; etnik

Full Text:

PDF

References


Abu Nimer, Muhammed (2010), Nirkekerasan dan Bina Damai Dalam Islam: Teori dan Praktek, Jakarta: Pustaka Alvabet kerjasama dengan Yayasan Wakaf Paramadina

Al- Qurtuby, Sumanto (2018), Sejarah Politik Politisasi Agama dan Dampaknya di Indonesia, Jurnal MA’ARIF (Arus Pemikiran Islam dan Sosial), Volume 13 Nomor 2 (2018), Yogjakarta: Ma’arif Institut.

Ali Fauzi, Ihsan (2017), Ketika Agama Bawa Damai Bukan Perang (Belajar dari “Imam dan Pastor”, Jakarta: PUSAD Paramadina

Anshari dan M. Fajrin (2018), Prosudur Penetapan Tindak Pidana Ujaran Kebencian (hatespeech) oleh Penyidik dan Penyelidik (Studi Kasus Pada Pelaporan Tindak Pidana Ujaran Kebencian di Polda Kalbar), Jurnal RESJUDICATA Volume 1 Nomor 2, November 2018, Pontianak: Universitas Muhammadiyah Pontianak.

BNPT (2017), Survey Nasional Daya Tangkal Masyarakat Terhadap Radikalisme di 32 Provinsi. Jakarta: BNPT.

BNPT (2018), Survey Nasional Efektifitas Kearifan Lokal Dalam Menangkal Radikalisme di Era Milinial. Jakarta: BNPT

BNPT (2019), Survey Nasional Tentang Internalisasi Kearifan Lokal dan Potensi Radikalisme di 32 Provinsi di Indonesia. Jakarta: BNPT

Eskol Tiar Sirait, Ferdinan (2019), Ujaran Kebencian, Hoax dan Prilaku Pemilih (Studi Kasus Pada Pemilihan Presiden Tahun 2019), Jurnal Penelitian Politik Volume 16 Nomor 2, Jakarta: Pusat Penelitian Politik, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

Dachlan, Muh (2015), Dinamika Pendirian Gereja Kristen Songka dan Gereja Toraja Jemaat Marannu di Kota Palopo, Volume 1 Nomor 1 (2015), Jurnal SMaRT (Studi Masyarakat,Religi dan Tradisi), Semarang: Balai Penelitian dan Pengembangan Agama.

Darmawati Darmawati, Abdullah Thalib. 2016. Respon Siswa Madrasah Aliyah (MAN) Terhadap Radikalisme Agama di Makassar. Jurnal Sulesana Volume 10. No. 1 Tahun 2016.

Derrida, Jacques. (1993). Specters of Marx: The State of The Debt, the work of Mourning and The New International. (Translated by Peggy Kamuf, Routledge 1994).

Detiknews (2019) Perjalanan Kasus Ratna Sarumpet Hingga Bebas hari ini. (Detiknews, 26/12/2019)

Devi Sagala, Ivan ;Ali Mukmin, Budi (2018), Politik Identitas Etnik Dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Binjai Tahun 2015, Jurnal ANTROPOS (Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya) Volume 4 No. 1 (2018), Medan: Program Studi Pendidikan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan.

George, Charian. (2017). Pelintiran Kebencian: Rekayasa Ketersinggungan Agama dan Ancaman Bagi Demokrasi, Jakarta: PUSAT Paramadina).

Halim, Abdillah (2018), Fatwa dan Politisasi Agama (Analisis Wacana Penggunaan Fatwa Pada Pilkada DKI Jakarta), Jurnal An-Nuha (Kajian Islam, Pendidikan, Budaya, dan Sosial) Volume 5 Nomor 2, Madiun: Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI)

Hylland Eriksen, Thomas (1993), Ethnicity and Nationalism : Antropological Perspectives, London: Pluto Press.

Jamaludin, F (2016). 773 ribu situs di blokir Kemkoinfo setahun, pornografi paling banyak. Merdeka.com.

Juditha, Cristiany (2017), Hate Speech In Online Media: Jakarta On Election 2017, Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik, Volume 23 No. 2 (2019), Manado: Balai Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BPPKI).

Junaedy Syaf, Edy (2017), Pertarungan Simbol Identitas Etnik Sebagai Komunikasi Politik Dalam Pilkada Kota Makassar. Jurnal KAREBA, Volume 6 Nomor 2 Juli-Desember 2017, Makassar: Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin.

Junita Ningrum, Dian; Suryadi, Eka Chandra W (2018), Kajian Ujaran Kebencian di Media Sosial, Jurnal Ilmiah Korpus Volume 2 No. 3 (2018), Bengkulu: Prodi Pendidikan Bahasan dan Sastra Universitas Bengkulu..

Kalbar online (2017), Ketua FPI dilarang Tabligh Akbar di Pontianak dan dipulangkan, Mana Katanya Toleran dan Bhineka? websidehttps://www.kalbaronline.com, 5 Mei 2017

Kamarullah, Abdul Mokti Rouf, Mohamad Nabil 2014. Narasi Dan Politik Identitas: Pola Penyebaran & Penerimaan Radikalisme & Terorisme Di Pontianak, Kalimantan Barat. FKPT Kalimantan Barat.

Kristianus, (2011) Nasionalisme Etnik di Kalimantan Barat, Jurnal Masyarakat Indonesia, Edisi XXXVII No 2/2011, Jakarta.

Kompas.com (2018) Selama 2018 Polisi Tangkap 122 orang Terkait Ujaran Kebencian. (Kompas.com/15/02/2019)

Kompas.com (2016) Bareskrim Polri Telusuri Penyebar Isu “Rush Money”di Media Sosial. (Kompas.com, 21/11/2016)

Kurniawal, Budi (2018), Politisasi Agama di Tahun Politik: Politik Pasca Kebenaran di Indonesia dan Ancaman Bagi Demokrasi, Jurnal Sosiologi Agama Volume 12 Nomor 1 (2018): Surakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret.

Lampe, Ilyas (2010), Identitas Etnik dalam Komunikasi Politik, Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 8 Nomor 3 (2010), Jakarta: Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu Sosial, Univeritas Pembangunan Nasional (UPN).

Linawati (2017), Tindak Tutur Ujaran Kebencian Dalam Komentar Pembaca Pada Surat Kabar Online Tribunnews.com, Jurnal Bahasan dan Sastra Indonesia Volume 6 No.5 (2017), Yogjakarta: Fakultas Sastra dan Seni Universitas Negeri Yogjakarta (UNY).

Magnis Suseno, Franz (2018), POLITIK IDENTITAS: Renungan Tentang Makna Kebangsaan, Jurnal MA’ARIF (Arus Pemikiran Islam dan Sosial), Volume 13 Nomor 2 (2018), Yogjakarta: Ma’arif Institut.

Minup, Abdul. 2012. Menangkal radikalisme Agama di Sekolah. Jurnal Pendidikan Islam Volume 1 Nomor 2 Desember 2012. Yogjakarta: UIN Sunan Kalijaga.

Muhaimin dan Junaidi, Ahmad (2017), Fiqh Santri dan Politisasi Agama Dalam Bingkai Otonomi Kesatuan, Jurnal Dakwatuna (Dakwah dan Komunikasi Islam), Volume 3 Nomor 2 (2017), Lumajang: LP3M, Institut Agama Islam Syarifudin.

Muhammad Amirullah, 2012. et.al., “Terorisme dalam Pandangan Islam”,Makalah Seminar, Universitas Muhammadiyah Malang, Mei 2012.

Raharjo Jati, Wasisto (2014), Agama dan Politik: Teologi Pembebasan sebagai Arena Profetisasi Agama, Jurnal Walisongo Volume 22 Nomor 1 (2014), Semarang: LP2M UIN Walisongo.

Rokhmad, Abu. 2012. Radikalisme Islam dan Upaya Deradikalisasi Paham Radikal. Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan. Semarang. UIN Walisongo

RAPPLER.Com, (2017), Gara-gara tolak kehadiran Anggota FPI, Gubernur Kalbar diusir di Aceh, webside https://www.rappler.com 6 Mei 2017

Ruslan, Ismail (2018), Sosio Ekonomi Etnis di Kalimantan Barat, Pontianak: IAIN Press

Ruslan, Ismail dan Hasriyanti, Nunik (2018), Kajian Sosiologis Tentang Eksistensi Perempuan di Tepi Sungai Kapuas, Pontianak, Kalimantan Barat, Jurnal Rahema (Study Gender dan Anak), Volume 5 Nomor 2 (2018), Pontianak: LP2M IAIN Pontianak

Said Ali, As’ad (2019), Islam, Pancasila dan Kerukunan Berbangsa, Depok: LP3ES

Tempo.Co (2019) Begini Alasan Agung Zulianto Laporkan Juru Bicara KPK Kepolisi. , webside https://nasional.tempo.co, 29/9/2019

Tempo.co (2017), Teuku Zulkarnaen di tolak warga Dayak, ini Respon MUI Kalbar, webside https://nasional.tempo.co, 12 Januari 2017.

Tempo.co (2017), Aksi Bela Ulama 205 Kisruh, Pontianak Berstatus Siaga,webside https://nasional.tempo.co/ 20 Mei 2017

Tri Haryanto, Joko (2018), Nilai Kerukunan Pada Cerita Rakyat Dayuhan-Intingan di Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan, Jurnal SMaRT (Studi Masyarakat,Religi dan Tradisi) Volume 4 Nomor 1 (2018), Semarang: Balai Penelitian dan Pengembangan Agama.

Yosep Adi Prasetyo, et.al, Memelihara Kearifan, Mencegah Radikalisme, Bogor Jawa Barat: BNPT

Yusriadi; Ruslan, Ismail; Hariansyah (2018), Narasi Kebahan Sebagai Resolusi Konflik Pada Masyarakat Nanga Pinoh, Melawi, Jurnal SMaRT (Studi Masyarakat,Religi dan Tradisi) Volume 4 Nomor 1 (2018), Semarang: Balai Penelitian dan Pengembangan Agama

Yusriadi dan Ruslan, Ismail (2019). “Kelompok Lain” Dalam Pandangan Pelajar di Wilayah Bekas Konflik di Sanggau Ledo, Kalbar, Jurnal Al-Hikmah, Volume 13 Nomor 2 (2019), Pontianak: Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah IAIN Pontianak.

Yustiani (2018), Nasionalisme Melalui Pendidikan di Sekolah Pada Siswa SMA di Wilayah Perbatasan Kalimantan Barat. Jurnal SMaRT (Studi Masyarakat,Religi dan Tradisi) Volume 4 Nomor 1 (2018), Semarang: Balai Penelitian dan Pengembangan Agama.

Victor T. King (2013), The Best of Borneo Travel (Terjemahan), Depok: Komunitas Bambu




DOI: https://doi.org/10.24260/jhjd.v14i2.1811

DOI (PDF): https://doi.org/10.24260/jhjd.v14i2.1811.g912

Article Metrics

Abstract view : 115 times
PDF - 46 times

Article Metrics

Abstract view : 115 times
PDF - 46 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
Al-Hikmah by http://jurnaliainpontianak.or.id/index.php/alhikmah is licensed under a
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.