EKSPRESI TOLERANSI BERAGAMA MSYARAKAT KALBAR: Eksistensi Kelenteng (Macu Keng) sebagai Melting Pot di Desa Kumpai Besar, Sungai Raya, Kab. Kubu Raya
Abstract
Heterogenitas struktur masyarakat di Kalimantan Barat terepresentasikan dari eksistensi beragam etnis, kultur, bahkan relijiusitas. Di banyak tempat di propinsi ini, keragaman itu bahkan terjadi dalam situasi pembauran yang benar-benar intens. Sekat-sekat identitas individu dan kolektif seringkali menjadi kabur dalam proses interaksi, meskipun simbol-simbol ke-khas-annya begitu kentara bersuara. Eksistensi kelenteng di Desa Kumpai Besar adalah sebuah potret dimana symbol kekhasan identitas sebuah kelompok masyarakat justru telah menjadi “kepemilikan kolektif” masyarakat sekitar.
Full Text:
PDFReferences
Fox, James J. (2002). Agama dan Upacara: Kelenteng. Jakarta: Buku Antar Bangsa
Kibtiyah, Maryatul. (2015). Eksistensi Klenteng Sebagai Lembaga Sosial Di Pedesaan Jawa. Semarang : Dipublikasikan
Misrawi, Zuhairi. (2007). Al-Qur'an Kitab Toleransi. Jakarta: Penerbit Fitrah.
Moerthiko. (1980). Klenteng, Vihara, Lithang, Tempat Ibadah Tridarma. Semarang : Sekretariat Empeh Wong Kam Fu
Rosihon Anwar. (2009)Pengantar Studi Islam. Bandung: Pustaka Setia, hlm. 23.
Suryadinata, Leo. (2002). Negara dan Etnis Tionghoa. Jakarta: LP3ES
DOI: https://doi.org/10.24260/al-hikmah.v12i2.1171
DOI (PDF): https://doi.org/10.24260/al-hikmah.v12i2.1171.g583
Article Metrics
Abstract view : 2403 timesPDF - 1948 times
Article Metrics
Abstract view : 2403 timesPDF - 1948 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2019 Al-Hikmah
License URL: http://jurnaliainpontianak.or.id/index.php/alhikmah

