DAKWAH BERSHALAWAT MELALUI MEDIA SOSIAL PERSPEKTIF HADIS (STUDI KASUS PRANK SHALAWAT DI CHANEL YOUTUBE GUS ALDI)

Surianto Surianto

Abstract


Salawat to Rasulullah SAW is a form of worship that has many virtues in the teachings of Islam. Allah SWT and His angels also Salawat to Rasulullah SAW, of course, with different orientations. In preaching that Muslims always Salawat to Rasulullah SAW, many da'wah methods are used, such as making prayer assemblies, lectures, and preaching through social media. Talking about preaching Salawat on social media, there is a method of preaching through the YouTube channel. One of the YouTube channels that preach Salawat is the Gus Aldi YouTube channel. This YouTube channel preaches Salawat with a prank approach. This method of prank Salawat aims to make preaching for Salawat not boring because it contains jokes. But on the other hand, in Islamic teachings, not all jokes are allowed; even jokes are cursed. From this phenomenon, the author is interested in examining more deeply preaching with the prank Salawat method on Gus Aldi's YouTube channel. The methods used in this research are: 1) Descriptive qualitative research approach; 2) Virtual ethnographic research type; 3) The object of the study was Gus Aldi's channel; 4) Source data of prank Salawat contents on Gus Aldi channel; 5) Data collection tools for observation and documentation; and, 6) Data analysis using content analysis. This study's results are as follows: Prank Salawat on Gus Aldi's YouTube channel is a preaching method that chants Salawat to the Prophet. The object of this Salawat is the YouTube audience. It is packaged in the form of pranks or jokes to attract YouTube viewers' attention. Prank Salawat consists of two parts: First, the delivery of mau'idzatul hasanah and reciting Salawat. Second, prank with words, either by chatting or by calling, to cause feelings of annoyance, fear, emotion, admiration, or funny. At the end of the clarification, I apologize for the permission to broadcast and reward the target. Judging from the Prophet SAW's hadiths with the theme of jokes, jokes/pranks on Gus Aldi's YouTube channel are still within the corridors allowed by Islamic law.

Bershalawat kepada Rasulullahn SAW merupakan salah satu ibadah yang mempunyai banyak keutamaan dalam ajaran agama Islam. Allah SWT dan para malaikat-Nya juga bershalawat kepada Rasulullah SAW tentunya dengan orientasi yang berbeda. Dalam mendakwahkan agar umat muslim selalu bershalawat kepada Rasulullah SAW, banyak metode dakwah yang digunakan seperti membuat majelis shalawat, ceramah, dan dakwah melalui media sosial. Berbicara mendakwahkan shalawat di media sosial, maka ada metode dakwah melalui chanel YouTube. Salah satu chanel YouTube yang mendakwahkan shalawat ialah chanel YouTube Gus Aldi. Chanel YouTube ini mendakwahkan shalawat dengan pendekatan prank. Metode prank shalawat ini bertujuan agar dakwah untuk bershalawat tidak membosankan, karena berisi candaan-candaan. Tetapi di sisi lain, dalam ajaran Islam tidak semua candaan diperbolehkan bahkan ada candaan yang dilaknat. Dari Fenomena tersebut penulis tertarik untuk mengkaji lebih mendalam tentang berdakwah dengan metode prank shalawat pada chanel YouTube Gus Aldi. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah: 1) Pendekatan penelitian kualitatif deskriptif; 2) Jenis penelitian etnografi virtual; 3) Objek penelitiannya chanel Gus Aldi; 4) Sumber data meteri prank shalawat pada chanel Gus Aldi; 5) Alat pengumpul data observasi dan dokumentasi; dan 6) Analisis data menggunakan analisis isi (content analysis). Adapun hasil dari penelitian ini ialah sebagai berikut: Prank shalawat pada chanel YouTube Gus Aldi merupakan suatu metode dakwah yang mensyi’arkan shalawat kepada Rasulullah saw. Objek dari dakwah shalawat ini ialah para penonton YouTube, untuk menarik perhatian para penonton YouTube maka dikemas dalam bentuk prank atau candaan. Prank shalawat tersebut terdiri dari dua bagian. Pertama, penyampaian mau’idzatul hasanah dan melantunkan shalawat. Kedua, ngeprank dengan kata-kata, baik dengan cara mengobrol ataupun dengan cara menelpon sehingga bisa menimbulkan perasaan jengkel, takut, emosi, kagum ataupun lucu. Pada bagian akhir pengklarifikasian, minta maaf, izin untuk ditayangkan dan memberi reward si target. Ditinjau dari hadis-hadis Nabi SAW yang bertemakan candaan-candaan, maka candaan / prank pada chanel YouTube Gus Aldi masih dalam koridor-koridor yang diperbolehkan oleh syari’at Islam.

Keywords


prank shalawat, YouTube Gus Aldi, hadis

Full Text:

PDF

References


Abu ‘Abdillah Muhammad bin Isma’il al-Bukhari, Sahih al-Bukhari, jilid 6, (Mesir: Dar al-Hadits, 2004)

Abu ‘Isa Abu Dawud Sulaiman bin Asas al-Adhi, Sunan Abi Dawud, juz 4, (Mesir: Dar al-Hadith, 675 H)

Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2001)

Ahmad bin Ali bin Hajar al-‘Asqalani, Fathul -Bari Syarh Al-Shahih Al-Bukhari, Juz 13 (Dar al-Ma’rifah, 1379 H)

Ahmad Zainal Abidin dan Ida Rachma, Etnografi Virtual Sebagai Teknik Pengumpulan Data Dan Metode Penelitian, The journal of society & media 2018, vol.2(2)

Ahmad Zuhdi, Dakwah sebagai Ilmu dan Perspektif Masa Depannya (Bandung: Alfabeta, 2016)

Antonius Wibowo, Metode Penelitan Komunikasi: Teori dan Aplikasi (Yogyakarta: Gintanyali, 2004)

Arikunto, Suhartini, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: Bina Aksara, 2002), hlm. 129

Hermawan Wasito, Pengantar Metodologi Penelitian, (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 1995)

Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur’an Al-‘Adzim, Juz 7 (Dar Thayyibah Li an-Nasyiri Wa al-Tauzi’i, 1999)

Imam Muslim, Shahih al-Muslim, juz 2, (Riyad: Dar ul-‘Alm al-Kutub, 1996)

Imam Suprayogo, Metodologi Penelitian Sosial Agama, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2001)

Klaus Krispendoff, Analisis Isi Pengantar Dan Teori Metodologi, (Jakarta: Rajawali Press, 1993)

Lina Dahlia, Fenomena Prank Dalam Perspektif Hadis, (Skripsi Pada Jurusan Ilmu Hadis Uin Sunan Ampel Surabaya, 2019)

Laksamana Media, YouTube dan Google Video; Membuat, Mengedit dan Upload Video (Jakarta: MediaKom, 2009)

John M. Echols dan Hassan Shadily, Kamus In ggris-Indonesia (Jakarta: PT. Gramedis, 2008)

Mohammad Zainul Wafa dan Luqman Nulhakim, Strategi Deradikalisasi Melalui Konsep Mizah Fi Sunnah Al-Nabi, Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 6, No. 1, 2020

Muhammad bin ‘Isa bin Saurah al-Tirmidzi. Al-Jami’u al-Sahih huwa Sunan al-Tirmidhi, juz 4, (Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiah, tt)

Nur Huda, Prank Dan Dampak Sosial, Ta’dibi: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, Vol.VIII Nomor 1, 2019

Winarno Surakhmad, Pengantar Pengantar Ilmiah, (Bandung: Tarsito, 1990)

Rulli Nasrullah, Etnografi Virtual; Riset Komunikasi Budaya, dan Sosioteknologi di Internet (Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2018)

Tim Penyusun, Al-Mumayyaz (Al-Qur’an Tajwid Warna Transliterasi Perkata Terjemah Perkata), (Bekasi: Cipta Bagus Segara, 2014)




DOI: https://doi.org/10.24260/jhjd.v14i2.1882

DOI (PDF): https://doi.org/10.24260/jhjd.v14i2.1882.g910

Article Metrics

Abstract view : 137 times
PDF - 68 times

Article Metrics

Abstract view : 137 times
PDF - 68 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
Al-Hikmah by http://jurnaliainpontianak.or.id/index.php/alhikmah is licensed under a
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.