MANTRA MAKAN DALAM KELAMBU MASYARAKAT BUGIS DENDRENG DESA GEDUNG INTAN MEMPAWAH Kajian Kata Khusus dan Islamisasi melalui Mantra

Muchammad Djarot(1Mail),
(1) IAIN PONTIANAK, Indonesia

Mail Corresponding Author


DOI : https://doi.org/10.24260/jrtie.v2i2.1450

Full Text:    Language : en
Submitted : 2019-09-05
Published : 2019-11-04

Abstract


Masyarakat Bugis Dendreng merupakan salah satu masyarakat Bugis yang tinggal di Desa Gedung Intan kecamatan Segedong kabupaten Mempawah. Pada dasarnya masyarakat Bugis Dendreng ini bukanlah penduduk asli di desa tersebut melainkan pendatang yang telah lama menetap, namun masyarakat tersebut tetap menjaga kebudayaan dan tradisi berupa sastra lisan yang berbentuk mantra yaitu mantra Makan dalam Kelambu. Bagi masyarakat Bugis Dendreng, mantra Makan dalam Kelambu sudah menjadi tradisi yang harus dilakukan karena menurut kepercayaan masyarakat tersebut upacara ritual kehidupan sangat sakral dan merupakan salah satu bentuk kepercayaan yang masih dipercayai sampai sekarang. Secara metodologis, penelitian ini tergolong penelitian kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Kata khusus dalam sastra lisan mantra Makan dalam Kelambu memainkan peranan penting dalam masyarakat Bugis Dendreng dan merupakan bentuk ungkapan masyarakat Bugis Dendreng agar dalam setiap pelaksanaan pesta perkawinan dapat berjalan dengan lancar. Mantra menjadi pilihan para pendakwah karena masyarakat praIslam sangat percaya dengan hal-hal yang bersifat mistik dan kekuatan gaib. Mantra tertentu dianggap dapat memberi perlindungan, pengasihan, dan pengobatan serta kemenangan dalam sebuah pertandingan dan/atau peperangan. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif, pengumpulan data yang digunakan adalah metode melalui metode observasi dan dokumentasi.

Kata Kunci: Kata Khusus, Islamisasi, Mantra

References


Affifudin dan Saebani. 2012. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Pustaka Setia.

Akhyar, Warnidah dkk. 1998. Sastra Lisan Lampung Dialek Pubiyan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Al-Attas.1972. Islam dan Sejarah Kebudayaan Melayu. Kuala Lumpur: Universiti Kebangsaan Malaysia.

.2011. Islam dan Sekularisme. Bandung: Institut Pemikiran Islam dan Pembangunan Insan.

Aliana, Zainul Arifin. 2002. Struktur Sastra Lisan Aji. Jakarta: Pusat Bahasa.

Anton, “Ungkapan Tradisional dalam Upacara Adat Perkawinan Masyarakat Bajo di Pulau Balu Kabupaten Muna Barat”, dalam Jurnal Humanika, Vol. 3 No. 15, (2015), hlm. 1-12.

Djajasudarma, Fatimah. 1993. Metode Linguistik Ancangan Metode Penelitian dan Kajian. Bandung: Refika Aditama.

Hadijah, Dayang. 2010. “Struktur Masyarakat Melayu Desa Perigi Kecamatan Silat Hilir Kabupaten Kapuas Hulu”. Pontianak: FKIP Untan.

Hutomo, Suripan Sadi. 1991. Mutiara yang Terlupakan Pengantar Sastra Lisan. Surabaya: Hiski.

Masitoh, Siti. “Peran Literasi Budaya dalam Sastra Lisan, dalam Jurnal Bibliotika, vol. 1, no. 12 (2017), hlm. 1-7.

Moleong, Lexy J. 2013. Metode penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nani, Valentina. 2010. “Mantra dalam Upacara Balala’ Satra Lisan Dayak Kanayatn Kecamatan Sampok Kabupaten Landak”. Pontianak: FKIP Untan.

Nawawi, Hadari. 1992. Instrumen Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta. Gadjah Mada University Press.

Satori, Djam’an dan Aan Komariah. 2009. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Suhardi dan Riauwati, “Analisis Nilai-Nilai Budaya (Melayu) dalam Sastra Lisan Masyarakat Kota Tanjungpinang”, dalam Jurnal Lingua, vol. 13. No. 1 (2017).

Suantoko. “Fungsi Sastra Lisan “Tanduk” Masyarakat Genaharjo

Kabupaten Tuban Bagi Masyarakat Pendukungnya” dalam Jurnal Bahasa dan Sastra, Vol 16, No 2 (2016), hlm. 247.

Sudaryanto. 1993. Metode Linguistik: Ke Arah Memahami Metode Linguistik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Waluyo, Herman J. 1991. Teori dan Apresiasi Puisi dan Prosa. Jakarta: Erlangga.

Zekriady. “Analisis Bentuk dan Makna Sastra Lisan Sumbawa Sakeco Suku Samawa di Kabupaten Sumbawa dengan Pendekatan Foklor”, dalam Jurnal Artikulasi, Vol.6 No.2 (Agustus 2008).


Article Metrics

 Abstract Views : 402 times
 PDF Downloaded : 187 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.