The Royal Throne of Tuan Besar in the Restoration of Kubu Kingdom: A Nasab Fiqh Perspective

Abu Bakar

Abstract

This study describes the unresolved problem of the fight for the throne in the restoration of the Kubu kingdom and reveals the underlying root causes. The description of the problem is based on historical accounts and continuous local mass media coverage related to the fight for the throne. The problem is placed in its Indonesian political context, namely Regional Autonomy Era which seeks to promote the preservation and development of local culture. Nasab fiqh (Islamic Jurisprudence concerning lineage) is used as the perspective of the review. This study explains that the Kubu restoration was hindered by the fight for the throne because the nasab (lineage) requirements were used as the sole instrument. In turn, the lineage requirement has made the issues related to Kubu throne a primordial fight among the king’s descendants. This sheds some light on the fact that the throne has high heirloom value or shared inheritance which is attached to material rights. These material rights are granted by regional autonomy which provides opportunities for the king to revive local cultural roles.

Keywords

Royal Throne of Tuan Besar; Kubu Kingdom Restoration; Regional Autonomy Era; Nasab Fiqh

Full Text:

PDF

References

Al-Aydrus, S. H. Z. (1932). Tjerita Negeri Kerajaan Koeboe. Tambelan: unpublished Document.

Al-Idroes, S. Z. I. (1919). Surat Pengunduran Diri Tuan Kubu ke VII Sjeirif Zain bin Ismail al-Idroes. Kerta Mulia: unpublished Document.

Al-Zuḥailī, W. (1984). al-Fiqh al-Islāmī wa Adillatuhu, edition of X, 2nd printing, Damsyik: Dārul Fikr.

Anam, H. F. (2019). “Politik Identitas dan Pengaruhnya Terhadap Demokrasi di Indonesia” dalam Politea: Jurnal Pemikiran Politik Islam, Vol. 2, No. 2.

Anonymous. (1983). al-Mausu`atul Fiqhiyah, 2nd printing, Kuwait: Wizarah al-Auqaf wa al-Syu’unu al-Islamiyah.

Anonymous. (2002). Surat Kesepakatan Bertiga Ahli Waris Kesultanan Pontianak. Pontianak: unpublished Document.

Anonymous. (1924). Surat Tanah Pemerintahan Kerajaan Kubu. Kubu: Dokumen.

Anonymous. (1969). Silsilah Sultan Usman bin Sultan Abdurrahman al-Qadri. Sarawak: unpublished Document.

Arridha, M. T. (2006). “Kitab Maarij al-Lahfan Ila Haqa`iq al-Irfan oleh Sayid Abdurrahman bin Muhammad bin Zayn al-Aydrus” dalam Kesultanan Melayu Terangganu edt. Rogayah A.H. dan M. Salim. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.

Bakar, A. (2020). “Peran Bangsa Hadramaut Dalam Islamisasi di Pantai Barat Kalimantan” hlm. 1-24 dalam Jurnal Dakwah, Vol. 21, No. 1. (2017). Al-Idroes & Pemerintahan Kerajaan Kubu di Pantai Barat Kalimantan. Yogyakarta: Magnum.

Budiman, A. (2012) “Otonomi Daerah, Penguatan Politik Identitas dan Pengaruhnya Terhadap Integrasi Nasional” dalam Sawala: Jurnal Administrasi Negara, Vol. 1, No. 1.

Djunaydi, S. M. (2001). Membuka Tirai Kerajaan Kubu dan Ambawang. Pontianak: Tidak diterbitkan. (2015). Kerajaan Kubu: Tanggapan Terhadap Pelanggaran Islah dalam Pelantikan Raja Kerajaan Kubu Kalimantan Barat. Pontianak: unpublished Document .

Ema. (2017). “Kerajaan Mempawah Pada Masa Opu Daeng Manambon Tahun 1737-1761 di Kabupaten Pontianak, p. 18 dalam Sosioedukasi, Vol. 6 No. 1.

Enthoven, J.J.K. (1902). Brijdragen Tot De Geographie van Borneos Wester Afdeeling Deel II. Leiden: D.J. Brill.

Dewall, H. (1862) “Matan, Simpang, Soekadana, de Karimata-Einlanden en Koeboe: Wester-Adeeling van Borneo” dalam Tijdschrift voor Indische Taal, Land, En Volkenkunde Uitgeoven Door Het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, Deel XI, edt. J.A. van der Chijs. Batavia: Lange & Co.

Husin, S. Y. (1977). Kilas Balik Ex. Bestuurscommissie Kerajaan Kubu: Kisah Dan Pembahasan Kembali Mengenai Sejarah Hukum Adat dan Adat Istiadat Kalimantan Barat (1975) Antara Dua Mantan Anggota Majelis Kerajaan Kubu. Pontianak: unpublished Document.

Kamaruzzaman. (2008). Surat Pernyataan Pewaris Kerajaan. Pontianak: unpublished Document.

Lontaan, J. O. (1975). Sejarah Hukum Adat dan Adat Istiadat Kalimantan Barat. Pontianak: Pemda Kalbar.

Mahrus, E. (2012). “The Development of Islam in The Kubu Kingdom (1768-1944)” dalam Albab: Borneo Journal Religious Studies, p. 77-91, Vol., 1, No. 1.

Natsir, M. (2013). Paradje Sebagai Budaya dan Ritual Melayu Sanggau. Sanggau: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Sanggau.

Nurcahyani, L. dkk. (2008). Syarif Hasan Bin Zein Al Idrus, Pontianak: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Pontianak.

Pandil, S. dkk. (1985). Upacara Tradisional Yang Berkaitan dengan Peristiwa Alam dan Kepercayaan Daerah Kalimantan Barat. Pontianak: Depdikbud Kalbar.

Prabandan, H. W. (2011). “Pembangunan Hukum Berbasish Kearifan Lokal” p. 29-33 dalam Majalah Perencana Bappenas, Edisi 01/Thn. XVII.

Rasyid, R. (2005). “Otonomi Daerah: Latar Belakang dan Masa Depannya” dalam Desentralisasi dan Otonomi Daerah edt. Syamsuddin Haris. Jakarta: LIPI.

Risa. (2014). “Islam di Kerajaan Sambas Antara Abad XV-XVII Studi Awal tentang Islamisasi di Sambas, hlm. 108-110 dalam Khatulistiwa-Journal of Islamic Studies, Vol. 4 No. 2.

Soekanto, S. (2000). Sosiologi: Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sya`rāwi, M. M. (1991). Tafsīr Sya`rāwī, Mesir: Dār Akhbar al-Yaum.

Online Mass Media

Andilala. Syarif Rafik Dinobatkan Sebagai Raja Kubu, (2015, 11 Januari) retrieved from https://www.antaranews.com/berita/473417/syarif-rafik-dinobatkan-sebagai-raja-kubu.

Iwan. Syarif Syahril Alaydrus Dinobatkan Menjadi Raja Kubu Dengan Gelar Tuan Besar Raja Kubu, (2017, 27 Agustus). Accessed from https://www.kompasiana.com/jurnalwicaksana/59a279d2a25c5f6801308922/syarif-syahril-alaydrus-dinobatkan-menjadi-raja-kubu-dengan-gelar-tuan-besar-raja-kubu?page=all.

Izar. Festival Budaya Paradje Ke-11 Resmi Dibuka, Ini Pesan Wagub Provinsi Kalimantan Barat, (2019, 18 September). Accessed from https://diskominfo.sanggau.go.id/baca/18-09-2019/festival-budaya-paradje-ke-11-resmi-dibuka-ini-pesan-wagub-provinsi-kalimantan-barat

Khusyairi, M. Bupati: Paradje Pasaka Jadi Program Kunjungan Wisata, (2015, 7 September). Accessed from https://kalbar.antaranews.com/berita/335847/bupati-paradje-pasaka-jadi-program-kunjungan-wisata.

Madrosid. Rusman Ali: Kerajaan Kubu Aset Masyarakat Kalbar, (2017, 20 Agustus) accessed from https://pontianak.tribunnews.com/2017/08/20/rusman-alikerajaan-kubu-aset-masyarakat-kalbar.

Hadiri Dua Penobatan Dualisme Raja Kubu, Ini Pesan Bupati Rusman Ali, (2017, 28 Agustus) Accessed from https://pontianak.tribunnews.com/2017/08/28/hadiri-dua-penobatan-dualisme-raja-kubu-ini-pesan-bupati-rusman-ali.

Mahardika, R. Syekh Ali Jaber Beri Tausyiah, Ini Pesannya Untuk Warga Landak, (2018, 22 September). Accessed from https://www.suaralandak.co.id/2018/09/syeh-ali-jaber-beri-tausyiah-ini.html.

Oxtora, Rendra. Pemprov Harapkan Peran Kerajaan, (2015, 26 April) Accessed from https://kalbar.antaranews.com/berita/332755/pemprov-harapkan-peran-kerajaan-dalam-pengembangan-kebudayaan.

SP. Tuan Besar dan Raja Kubu Resmi Dinobatkan, (2017, 29 Agustus). Accessed from https://www.suarapemredkalbar.com/read/advertorial/29082017/tuan-besar-dan-raja-kubu-resmi-dinobatkan.

Tim D. Warga Desa Kubu Peringati Robo-Robo, (2017, 15 November). Accessed from https://delikkalbar.com/2017/11/15/warga-desa-kubu-peringati-robo-robo

Wicaksono, P. Adik Tiri Sultan Hb X Bilang Nasib Keraton Yogyakarta Tergantung Nasab dan Nasib, (2021, 24 Januari). Accessed from https://nasional.tempo.co/read/1426074/adik-tiri-sultan-hb-x-bilang-nasib-keraton-yogyakarta-tergantung-nasab-dan-nasib.

Yonavilbia, E. Kerajaan Kubu Bakal Gelar Penobatan Tuan Besar, (2017, 9 Agustus). Accessed from http://infopublik.id/kategori/nusantara/215830/kerajaan-kubu-bakal-gelar-penobatan-tuan-besar?show.

Viduka, A. (Foto-Foto) Ribuan Ummat Khusyuk Dengar Ceramah Syekh Ali Jaber di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, (2016, 12 September). Accessed from https://pontianak.tribunnews.com/2016/09/12/foto-foto-ribuan-umat-khusyuk-dengar-ceramah-syekh-ali-jaber-di-masjid-raya-mujahidin-pontianak

Article Metrics

Abstract views: 59 PDF views: 33